BKPM: Investasi LG Beri Dampak Positif pada Perekonomian

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyatakan, investasi yang dilakukan oleh LG Energy Solution akan memberi dampak positif pada perekonomian wilayah Batang dan merambat ke tingkat nasional.

“Dalam kerja sama investasi ini semuanya ikut terlibat. Jadi tidak lagi bicara untuk sendiri-sendiri. Pengusaha lokal dan UMKM harus dilibatkan, karena tujuan investasi yaitu selain percepatan pertumbuhan ekonomi, juga pemerataan pertumbuhan ekonomi,” imbuh Bahlil melalui siaran pers, Selasa (5/1).

“Pemilihan lokasi di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang merupakan langkah tepat bagi investor. Pemerintah sudah menyiapkan lahan,  sarana dan prasarana infrastrukturnya yang memadai, serta ketersediaan tenaga kerja yang diperlukan,” sambungnya.

Dari catatan BKPM, kata Bahlil, nilai investasi dari LG Energy Solution kali ini merupakan yang terbesar pascareformasi.

Nilai investasi itu mencapai US$9,8 miliar atau sekitar Rp142 triliun. Hal tersebut merupakan momentum bagi Indonesia, untuk membangun optimisme di tengah kondisi pandemi covid-19 yang masih dihadapi.

Pengumuman investasi tersebut sedianya telah diumumkan Bahlil pada Minggu (30/12).

LG Energy Solution bekerja sama dengan konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana membangun industri sel baterai kendaraan listrik yang terintegrasi dengan pertambangan, peleburan (smelter), pemurnian (refining), serta industri prekursor dan katoda.

Lokasi yang dipilih untuk pengembangan industri prekursor dan katoda adalah Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah. Begitu pula industri sel baterainya sedang didalami kemungkinan untuk berinvestasi juga di lokasi tersebut.

Melalui investasi dari LG Energy Solution pula upaya pemerintah Indonesia melakukan transformasi ekonomi menuju visi Indonesia Maju 2045 dapat terbantu. Salah satunya ialah hilirisasi sumber daya alam.

Dari proyek kerja sama investasi ini, Indonesia akan naik kelas dari produsen dan eksportir bahan mentah menjadi pemain penting pada rantai pasok dunia untuk industri baterai kendaraan listrik.  

Baterai listrik merupakan komponen utama mobil listrik, yang dapat mencapai 40% dari total biaya mobil listrik. Dari sisi produksi baterai, biaya material merupakan komponen utama dengan 50-60% dari total biaya baterai. 

Pada 2035 nanti, Indonesia mencanangkan untuk memproduksi 4 juta mobil listrik dan 10 juta motor listrik.

Rencana investasi LG disambut dengan antusias oleh Bupati Batang Wihaji. Ia optimis investasi LG Energy Solution akan berdampak positif pada perekonomian daerah, menimbulkan multiplier effects, serta membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat. 

“Kami tentunya sangat bersyukur dan pastinya investasi ini bermanfaat untuk warga Batang dan sekitarnya. Dengan datangnya investasi tersebut, insyaallah dapat menyerap tenaga kerja serta membantu pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, dan Indonesia tentunya,” ujar Wihaji. (Mir)

__Posted on
__Categories
MediaIndonesia, Umum