Data Terbaru, Puting Beliung Rusak 315 Rumah di Desa Slangit

BPBD akan menetapkan status siaga bencana selama tujuh hari di Desa Slangit

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON — Rumah warga di Desa Slangit, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon yang rusak akibat terjangan angin puting beliung pada Sabtu (2/1) sore, bertambah. BPBD akan menetapkan status siaga bencana selama tujuh hari di desa tersebut.

“Berdasarkan pendataan terakhir tadi malam, jumlah rumah warga yang rusak bertambah menjadi 315 rumah,’’ ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Alex Suheriyawan, Senin (4/1).

Sebelumnya, dari pendataan sementara, jumlah rumah warga rusak tersapu angin puting beliung terdata 278 rumah.

Dari 315 rumah warga yang rusak itu, terdiri dari rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan. Kondisi tersebut tersebar di 12 RT.

BPBD Kabupaten Cirebon pun segera menetapkan siaga bencana selama tujuh hari di Desa Slangit. Dengan demikian, penanganan bencana puting beliung tersebut bisa satu pintu sehingga mempermudah langkah-langkah terkait perbaikan kerusakan dan penanganan korban.

‘’Statusnya lagi dirancang untuk menjadi siaga bencana selama tujuh hari,’’ terang Alex.

Alex juga mengingatkan kepada warga untuk selalu waspada terhadap bahaya bencana yang mungkin terjadi. Hal itu mengingat intensitas hujan yang turun sudah semakin sering.

Alex menambahkan, total kerugian akibat bencana puting beliung di Desa Slangit diperkirakan mencapai kurang lebih Rp 500 juta. Hingga saat ini, bantuan yang masuk belum maksimal.

Sementara itu, Kapolresta Cirebon, Kombes Pol M Syahduddi, mengungkapkan, saat ini pihaknya bersama TNI, BPBD dan masyarakat bergotong royong memperbaiki rumah warga yang rusak.

‘’Kami sudah memperbaiki rumah yang rusak sedang dan rusak ringan,’’ terang Syahduddi.

Untuk saat ini, petugas akan fokus memperbaiki dua rumah warga yang kondisinya rusak berat. Dibutuhkan perbaikan secara menyeluruh terhadap dua rumah tersebut.

Syahduddi menambahkan, Polresta Cirebon menyiagakan 120 personil untuk membantu penanganan bencana di Desa Slangit. Mereka berjaga secara bergantian untuk membantu warga yang terdampak bencana di desa tersebut.

__Posted on
__Categories
Republika, Umum