IHSG dibayangi aksi profit taking pada perdagangan Jumat (20/11)

Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil melanjutkan penguatan dan terangkat 0,66% menuju level 5.594,06 pada perdagangan Kamis (19/11). Pergerakan IHSG didorong oleh sektor properti yang naik 2,34% dan sektor barang konsumsi yang menguat sebesar 1,22%.

Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christopher mengatakan, IHSG bergerak di zona hijau meskipun mayoritas bursa Asia mencatat pelemahan. Menurutnya, hal ini ini ditopang oleh optimisme dari Bank Indonesia yang menurunkan suku bunga dan optimis ekonomi kuartal IV-2020 akan membaik.

Lebih lanjut ia bilang, investor masih perlu mencermati kenaikan kasus Covid-19 di berbagai negara serta mencerna dampak keputusan suku bunga Bank Indonesia dan Bank of China untuk perdagangan besok.

Secara teknikal, saat ini pergerakan masih dalam tren bullish yang cukup kuat. Tapi perlu diwaspadai adanya aksi profit taking dalam jangka pendek. Dennies meramal, IHSG akan bergerak melemah dengan support 1 di level 5.557, support 2 di level 5.520 dan resistance 2 di level 5.634 dan resistance 1 di level 5.614 untuk perdagangan Jumat (20/11).

Baca Juga: BI memangkas suku bunga acuan, IHSG menguat ke 5.594,06

Adapun saham-saham yang bisa dicermati menurut Artha Sekuritas Indonesia untuk perdagangan Jumat (20/11) meliputi BSDE dengan target harga Rp 1.130–Rp1.160, MNCN dengan target harga Rp 970–Rp1.000, dan TINS dengan target harga Rp 1.180–Rp 1.220.

Sementara itu, Analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan memandang IHSG akan melanjutkan penguatannya dengan menguji level 5.600 di akhir pekan ini (20/11). Mengingat, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menurunkan 7-day RR Rate sebesar 25 bps menjadi 3,75% pada Kamis (19/11).

Baca Juga: Kurs rupiah diprediksi kembali melemah pada Jumat (20/11)

Masih dari dalam negeri, perkembangan upaya pengadaan vaksin Covid-19 dan skema vaksinasi masal juga menjadi perhatian pelaku pasar. “Dari eksternal, IHSG akan dipengaruhi oleh peningkatan jumlah kasus baru Covid-19 dalam sepekan terakhir yang dikhawatirkan memicu bertambahnya wilayah atau negara yang menerapkan kembali kebijakan pembatasan aktivitas masyarakat,” kata Valdy.

Valdy menambahkan, saham-saham konstruksi bangunan seperti ADHI, PTPP, WIKA, dan WSKT, saham infra-related seperti TLKM, PGAS, WTON, dan WSBP, serta saham perbankan seperti BBCA dan BMRI diperkirakan menopang proyeksi penguatan IHSG tersebut.

Baca Juga: IHSG menguat lima hari berturut-turut hingga Kamis (19/11), akumulasi sepekan 2,48%

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


__Posted on
__Categories
EkoBiz, Kontan