Kantong Plastik Bisa Bantu Mesin Kasir Membaca Kartu Kredit, Ini Penjelasannya

KARTU kredit bukan lagi sesuatu yang baru atau asing di zaman sekarang. Dengan kartu ini, setiap transaksi keungan bisa dilakukan dengan mudah, termasuk berbelanja di swalayan. Pengguna dapat membeli apapun sesuai kebutuhannya dan melakukan pembayaran di meja kasir menggunakan kartu tersebut.

 (Baca juga: Mau Belanja Pakai Kartu Kredit? Jangan Lupa Aktifkan PIN-nya)

Namun, terkadang mesin tidak dapat membaca kartu kredit tersebut. Langkah yang cukup mudah untuk menangani ini dengan cara membungkusnya dengan kantong plastik dan menjalankannya kembali. Ternyata hal ini disebabkan garis hitam yang terdapat di kartu tersebut.

Dilansir dari Mental Floss, Rabu (15/12/2020), garis hitam di sisi belakang kartu kredit terdiri dari sekumpulan partikel magnetik kecil yang diikat dengan plastik. Partikel itu disusun dalam zona magnetik dan non-magnetik untuk menyandikan data, seperti nomor rekening hingga tanggal kadaluarsa.

Saat kartu digesek, mesin tersebut akan membaca informasi dengan mendeteksi perubahan antar zona. Agar transaksi dapat berjalan, informasi itu harus dikirim dari kartu ke pembaca komputer tanpa kesalahan.

(Baca juga: Pemprov DKI Jajaki Kemungkinan Ganti Kantong Plastik dengan Tas Berbahan Singkong) 

Masalahnya, strip ini cukup rapuh dan data di dalamnya dapat rusak karena terkena magnet yang kuat. Kerusakan juga bisa terjadi secara bertahap karena kartu sering berada di dalam dompet. Jika bit magnetik pindah ke ruang non-magnetik, sinyal akan melemah dan data menjadi rusak. Inilah yang menyebabkan pembaca kartu mengalami kesalahan.

Kantong plastik menjadi solusi yang bagus untuk masalah ini. Kartu yang dibungkus, pada dasarnya mematikan bagian-bagian strip magnetik yang rusak. Dengan begitu, mesin pembaca bisa mendapatkan data sebagaimana seharusnya.

(amr)

__Posted on
__Categories
Infotek, Okezone

Leave a Reply