Kerangka Bayi Ditemukan di dalam Guci Berusia 3.800 Tahun

ARKEOLOG menemukan sebuah guci berusia 3.800 tahun yang berisi kerangka bayi. Arkeolog Otoritas Barang Antik Israel, Yoav Arbel mengatakan masih menjadi misteri mengapa bayi dikuburkan dengan cara ini.

“Anda mungkin akan pergi ke hal praktis dan mengatakan bahwa tubuh itu sangat rapuh, mungkin mereka merasa perlu melindunginya dari lingkungan, meski sudah mati,” kata Arbel.

(Baca juga: Arkeolog Temukan Kerangka Manusia Kerdil Berusia 5.000 Tahun)

Arbel melanjutkan, ada interpretasi bahwa guci itu hampir sama seperti rahim. Jadi pada idenya adalah mengembalikan bayi itu ke Ibu Pertiwi atau ke dalam perlindungan simbolis ibunya.

Kota Jaffa yang berusia 4.000 tahun tempat ditemukannya kendi tersebut adalah bagian tua dari Tel Aviv, kota terpadat kedua di Israel setelah Yerusalem. Inilah salah satu kota Pelabuhan paling awal di dunia dan terus diduduki sejak sekitar 900 SM.

Dilansir dari Live Science, Selasa (22/12/2020), penguburan bayi seperti ini sebenarnya tidak jarang terjadi di wilayah tersebut. Arbel pun membenarkan bahwa ada periode berbeda ketika orang menguburkan bayi di kendi selama Zaman Perunggu sampai kurang dari 100 tahun yang lalu.

Penemuan tersebut dirinci dalam edisi ke-100 jurnal Atiqot yang mencakup lebih dari 50 studi arkeologi lain dari Jaffa. Temuan lain yang dijelaskan dalam jurnal tersebut mencakup periode Hellenistik, Tentara Salib, dan Ottoman.

(Baca juga: Pilih Charger yang Benar Agar Smartphone Tak Cepat Panas)

Di situs lain, Arbel menemukan lubang sampah besar yang berisi Amfora (bejana keramik) berusia 2.300 tahun. Ini biasanya digunakan untuk menyimpan anggur, dibuat di berbagai Kepulauan Aegean Yunani.

(amr)

__Posted on
__Categories
Infotek, Okezone

Leave a Reply