Pasar Mobil Bekas Diprediksi Meningkat Jelang Akhir Tahun

Suara.com – Chief Operating Officer (CEO) Mobil88, Halomoan Fischer memprediksi pasar mobil bekas akan semakin bergairah menjelang akhir tahun.

Menurutnya, kondisi bisa terlihat dari putaran ekonomi yang mulai membaik beberapa bulan belakangan.

“Prediksi saya, putaran ekonominya sudah mulai membaik November – Desember ini dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Tapi tidak akan normal seperti periode yang sama tahun sebelumnya,” jelas Halomoan Fischer, saat Ngobrol Virtual Dulu (Ngovid) bersama Forwot, baru-baru ini.

Ia menambahkan, saat dalam kondisi normal, akhir tahun menjadi pesta otomotif. Karena ini pandemi, maka sangat tergantung dengan putaran ekonominya, apakah sudah stabil atau tidak.

Baca Juga: Diwacanakan Kembali, Pajak Nol Persen Mobil Baru Berdampak ke Mobil Bekas

Aktivitas jual beli mobil bekas di showroom penjualan mobil bekas WTC Mangga Dua, Jakarta, Rabu, (23/9/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Aktivitas jual beli mobil bekas di showroom penjualan mobil bekas WTC Mangga Dua, Jakarta, Rabu, (23/9/2020). Sebagai ilustrasi [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Sedagkan bicara mobil bekas, ini bukan kebutuhan primer yang harus pasti dibeli.

“Kalau mobil ini berbicara ada uangnya atau tidak,” jelas Halomoan Fischer.

Meski demikian, selama masa pandemi, model mobil bekas yang dicari masih belum ada pergeseran. Sejauh ini, konsumen masih mencari mobil dengan kisaran harga Rp150 juta ke bawah. Sementara terkait model masih Low Cost Green Car atau LCGC dan MPV atau Multi-Purpose Vehicle.

Halomoan Fischer berharap, dalam dua bulan terakhir penjualan mobil bekas bisa mencapai 1.000 unit per bulan.

“Harapannya ada di November dan Desember. Prediksi 900 sampai 1.000 unit sebulan,” tutupnya.

Baca Juga: Memasuki Akhir Tahun, Honda Masih Bungkam Soal Mobil Baru

__Posted on
__Categories
Otomotif, Suara