Pertamina Ajak Masyarakat Berinvestasi Bangun Pertashop

PERTAMINA membuka peluang kemitraan Pertashop kepada para pengusaha yang berminat berinvestasi.

Pejabat sementara (Pjs) Unit Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Marketing Operation Regional (MOR) Jawa Bagian Tengah (JBT) Marthia Mulia Asri mengatakan Pertashop merupakan satu-satunya lembaga penyalur bahan bakar di tengah desa yang secara resmi dikelola Pertamina.

“Sama halnya seperti SPBU, pengusaha juga memiliki peluang berinvestasi sebagai lembaga penyalur BBM kepada masyarakat, kali ini dalam skala kecil berupa Pertashop yang harganya realtif lebih rendah ketimbang SPBU,” terang Marthia, Kamis (19/11).

Baca juga: PLN Akselerasi Pengembangan Kendaraan Listrik Berbasis Baterai

Menurut dia, investasi terendah untuk membangun satu unit Pertashop, kurang lebih Rp250 juta untuk perangkat modular Pertashop.

“Nilai tersebut belum termasuk lahan dan ongkos kirim yang harus disiapkan pengusaha,” katanya.

Dikatakan, bisnis Pertashop cukup menjanjikan, setidaknya penjualan per hari antara 400 liter bahkan hingga 1 kiloliter.

“Di Sleman, satu Pertashop ada yang mampu meraih angka penjualan hingga 1 kiloliter,” ungkapnya.

Syarat-syarat bagi pengusaha yang tertarik berinvestasi Pertashop salah satunya harus berbadan hukum seperti CV, PT, maupun Koperasi atau Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

“Setelah itu, calon investor Pertashop harus memenuhi dokumen persyaratan dari pemda setempat dan dokumen lainnya untuk kemudian mendaftar secara daring pada tautan ptm.id/MitraPertashop atau melalui Pertamina Call Center di nomor 135,” kata Marthia.

Di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), saat ini, sudah beroperasi 70 Pertashop yang tersebar di 62 desa di Jawa Tengah dan 8 desa di DIY.

Menurut dia, kehadiran Pertashop di tengah desa juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dengan mendekatkan sumber penyaluran energi yang aman dan berkualitas di tengah masyarakat.

“Ini merupakan komitmen Pertamina dalam mewujudkan energi berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Kami berharap jumlah Pertashop akan semakin bertambah, utamanya di desa-desa yang belum terjangkau SPBU,” imbuh Marthia.

Ia menerangkan Pertamina telah mengusung program One Village One Outlet (OVOO) atau satu desa/kecamatan tersedia satu outlet Pertashop.

Untuk mendukung program tersebut, pihaknya telah mengajak partisipasi dari pemerintah kabupaten dan pemerintah kota di wilayah kerjanya.

“Secara resmi telah kami surati Bupati dan Wali Kota di Jawa Tengah dan DIY sebagai sosialisasi. Kami berharap mendapat respon positif sehingga banyak desa yang akan mengajukan pembangunan Pertashop di wilayahnya,” tandasnya. (OL-1)

__Posted on
__Categories
MediaIndonesia, Umum