3 Alasan Orang Indonesia Masih Pakai Jaringan 3G

PERUSAHAAN analisis jaringan telekomunikasi, OpenSignal menyebutkan mayoritas masyarakat Indonesia saat ini masih bergantung pada jaringan 3G di tengah upaya menggelar jaringan internet generasi kelima (5G).

Masih besarnya ketergantungan terhadap teknologi 3G menjadi tantangan tersendiri bagi operator seluler, terutama untuk mematikan jaringan 3G dan menggunakan spektrum nirkabel tersebut untuk teknologi 4G yang lebih efisien dan tentunya 5G.

Untuk itu Open Signal melakukan riset dan mencari tahu lebih lanjut alasan para pengguna teknologi 3G atau yang disebut sebagai “3G-only users” tidak pernah terhubung dengan 4G.

Berdasarkan riset Open Signal, dikutip dari keterangan tertulis, Minggu (6/6/2021), terdapat tiga alasan utama mengapa banyak pengguna smartphone di Indonesia yang masih menggunakan jaringan 3G dan tidak pernah beralih ke teknologi 4G.

1. Tidak berlangganan 4G

3G

Dari data Open Signal 67,5% 3G-only users di Indonesia mempunyai smartphone berkemampuan 4G dan mereka menghabiskan waktu di area yang terjangkau oleh 4G. Kemungkinan besar para 3G-only users ini tidak melakukan peningkatan berlangganan 4G atau pengguna menonaktifkan koneksi 4G pada ponsel mereka.

Hal yang dapat dilakukan oleh para operator seluler di Indonesia untuk mengajak sebagian besar 3G-only users melakukan migrasi ke 4G, nantinya ke 5G, dan menggunakan teknologi 4G dengan meningkatkan pengalaman pengguna seluler secara keseluruhan. Caranya dengan memperkenalkan tarif paket 4G yang menarik dan menjelaskan manfaat 4G terhadap pengalaman seluler yang lebih baik.

Baca Juga : Facebook Blokir Akun Donald Trump hingga 2023, Ini Penyebabnya

2. Tidak memiliki perangkat berkemampuan 4G

Sebanyak 16,8% dari 3G-only users di Indonesia menghabiskan waktu di area yang terjangkau oleh 4G, kendati demikian mereka tidak memiliki perangkat yang dapat memanfaatkan 4G.

Beberapa faktor mempengaruhi hal ini, contohnya, walaupun smartphone yang berkemampuan 4G semakin terjangkau, pengguna yang berpenghasilan rendah tetap tidak mampu untuk membeli.

Selain itu, kemampuan digital yang terbatas menyebabkan pengguna tetap memanfaatkan smartphone yang mudah untuk dioperasikan, serta kurangnya pemahaman pengguna akan perbedaan antara perangkat 3G dan 4G.

__Posted on
__Categories
Infotek, Okezone

Leave a Reply