Arrival akan kembangkan mobil listrik untuk Uber

Jakarta (ANTARA) – Produsen bus dan van listrik Inggris Arrival akan mengembangkan mobil listrik untuk Uber Technologies Inc yang akan diproduksi pada akhir 2023, kata kedua perusahaan itu pada Selasa.

Arrival dan Uber juga akan menjajaki hubungan strategis di pasar utama, termasuk Inggris Raya, Uni Eropa, dan Amerika Serikat.

“Arrival Car” akan menjadi kendaraan listrik yang terjangkau dan dibuat khusus untuk ride-hailing dan akan mulai diproduksi pada kuartal keempat tahun 2023, kata perusahaan itu, dilansir Reuters, Selasa.

Uber berencana untuk menjadi platform mobilitas listrik penuh di London pada tahun 2025, dan di seluruh Amerika Utara dan Eropa pada tahun 2030.

Perusahaan telah mengumpulkan lebih dari 135 juta pound (188 juta dollar AS) untuk membantu pengemudi di London meningkatkan kendaraan listriknya pada tahun 2025.

Baca juga: Ford dirikan pusat penelitian percepat pengembangan baterai EV

“Fokus kami sekarang adalah mendorong pengemudi menggunakan uang ini untuk membantu mereka meningkatkan ke kendaraan listrik, dan kemitraan kami dengan Arrival akan membantu kami mencapai tujuan ini,” kata Manajer Regional Uber untuk Eropa utara dan timur Jamie Heywood dalam sebuah pernyataan.

Uber bertujuan untuk mendaftarkan 20.000 pengemudi tambahan di Inggris karena pencabutan pembatasan COVID-19 meningkatkan permintaan, kata aplikasi ride-hailing itu pekan lalu.

Pada bulan Maret, Uber memberikan 70.000 hak pekerja pengemudi Inggris, termasuk upah minimum, setelah kalah dalam kasus Mahkamah Agung.

Perusahaan mengatakan bahwa Arrival Car akan memprioritaskan kenyamanan, keamanan, dan kemudahan pengemudi, sekaligus memastikan penumpang menikmati pengalaman premium.

Arrival go public pada bulan Maret melalui merger dengan perusahaan akuisisi bertujuan khusus (SPAC). Startup tersebut sejauh ini mengkhususkan diri pada van dan bus listrik, dan pesanan publik terbesarnya adalah hingga 10.000 van untuk United Parcel Service Inc (UPS), yang juga memiliki saham di Arrival.

“Kami memiliki kemitraan yang hebat dengan UPS … dan kami berharap dapat mereplikasi kesuksesan itu dengan Uber saat kami mengembangkan produk terbaik untuk ride hailing,” kata Wakil Presiden Senior Arrival Tom Elvidge dalam sebuah pernyataan.

“Arrival Car” akan menggunakan platform kendaraan kecil. Arrival mengatakan mobil itu akan terjangkau, tetapi mereka tidak membocorkan harganya.

Baca juga: Nio kirimkan lebih 20.000 EV kuartal pertama 2021

Baca juga: Mengenal aplikasi Ultium Charge 360 mobil listrik dari GM

Baca juga: GM dan EVgo bangun “Ultium Charge 360”

Pewarta: F017
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2021

__Posted on
__Categories
Antara News, Otomotif