Asal-usul Penamaan Badai Besar Identik dengan Sosok Wanita

BANYAK badai besar memiliki nama yang identik dengan wanita. Di antaranya adalah Katrina, Sandy, Irene, Emily, dan lainnya. Nama tersebut kerap dijadikan sebagai identitas untuk sebuah badai besar. Lalu bagaimana sejarahnya hingga bisa menjadi demikian?

Sebagaimana dikutip dari Sindonews, Jumat (16/10/2020), sejak 1953 hingga 1979, badai dan badai tropis di Amerika Serikat sebenarnya hanya dinamai dengan nama wanita.

Baca juga: Diragukan Sejumlah Pihak, Warga Norwegia Temukan Cara Kendalikan Badai Laut 

Selama 150 tahun, penamaan badai penuh dengan rasisme, seksisme, dan dendam. Penggunaan nama badai juga dipinjam dari nama tempat, tokoh religius, istri maupun kekasih, serta tokoh masyarakat yang tidak disukai.

Asal-usul penggunaan nama feminin untuk menamai badai di Amerika Serikat bermula tahun 1950-an. Tidak sepenuhnya jelas mengapa, tapi diduga berasal dari tradisi maritim yang menganggap laut sebagai wanita.

Ketika ada badai yang dipanggil dengan nama wanita, para prakirawan cuaca langsung bersikap seksis tentang hal itu. Mereka menggunakan banyak kata-kata seksis untuk mengungkapkan perilaku badai, seperti temperamental, “menggoda”, atau “bermain” di pinggir pantai.

Baca juga: Fenomena Cuaca Langka St Elmo’s Fire Disebut sebagai Pertanda Badai 

Dikutip dari History, banyak meteorolog dan aktivis perempuan yang tidak setuju dengan hal tersebut, salah satunya ialah Roxcy Bolton, seorang feminis asal Florida. Ia mulai membujuk prakirawan cuaca nasional untuk tidak menyebut badai tropis hanya dengan sebuatan nama wanita.

Kampanye oleh Bolton dan barisan wanita lain yang tidak setuju berhasil membujuk AS untuk mulai menggunakan penamaan badai dengan nama pria lagi pada 1979, tapi itu tidak terjadi tanpa perlawanan.

__Posted on
__Categories
Infotek, Okezone

Leave a Reply