Basarnas masih Cari Tujuh Penambang Emas Tertimbun Longsor

HINGGA saat ini tim evakuasi terus melakukan pencarian terhadap 7 dari 10 penambang emas di Desa Sungai Seribu, Kelurahan Pangkut, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat , Kalimantan Tengah. Mereka diduga terjebak dalam tanah longsor pada Kamis (19/11).

Hingga saat ini pencarian korban masih terkendala beratnya medan dan kondisi cuaca. “Hingga saat ini, hari keempat, kami masih terus melakukan pencaharian tujuh korban yang masih tertimbun dalam tambang,” ujar Kepala Basarnas Palangka Raya Hariyadi ketika dihubungi, Minggu (22/11).

Untuk diketahui, Jumat (20/11), tim berhasil mengevakuasi tiga penambang emas dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah korban sudah dibawa ke RSUD Sultan Immanudin, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat.

Dijelaskan Hariyadi, kendala yang dihadapi tim evakuasi yaitu cuaca yang tidak menentu. Hujan yang terkadang turun membuat lobang tambang utama (main hole) dengan lebar 80 cm dan dalam 80 meter tertutup air dan material.

Ditambah lagi, sukarnya kondisi lobang yang jauh ke dalam serta bercabang sehingga sangat sulit untuk dicapai. “Apalagi dari laporan tim yang turun, di lobang horizontal itu ada tumpukan materal. Pada main hole tertutup air karena dorongan dari lobang horizontal,” ujarnya.

Basarnas kata dia, sesuai SOP akan melakukan pencaharian hingga 7 hari sejak 19 Nopember hingga 25 November mendatang. “Setelah itu kami akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat. Namun tidak menutup kemungkinan pencaharian akan kembali dilanjutkan bila ada tanda-tanda untuk ditemukan,” ujarnya. (OL-14)

__Posted on
__Categories
MediaIndonesia, Umum