Bawa Paksa Pulang Jenazah Ibu, Suami dan Anak di Kupang Positif Covid-19

Merdeka.com – Polisi melakukan swab test antigen terhadap keluarga yang mengambil paksa jenazah pasien Covid-19 berinisial GM di Kelurahan Airmata, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dari swab test antigen yang digelar Polsek Kelapa Lima dan Lurah Airmata tehadap 10 orang keluarga dan kerabat dekat tersebut, suami beserta anak GM terkonfirmasi positif Covid-19.

“Iya benar swab di Pustu Airmata. Hasil dari 10 orang kerabat dan keluarga GM, ternyata suami dan anak perempuan GM positif Covid-19,” kata Kapolsek Kelapa Lima, Kompol Sepuh Siregar, Kamis (22/7).

Tim medis juga akan memeriksa dan melakukan swab test terhadap seorang warga yang memandikan GM sebelum dikuburkan. “Yang mandikan jenazah GM masih menjalani swab test,” kata mantan Kasat Reskrim Polres Belu, Polda NTT itu.

Sebelumnya, pada abtu (17/7) pagi, terjadi insiden perampasan jenazah GM dari RSU Siloam Kupang, lalu dibawa paksa keluarga ke rumah duka di Kelurahan Airmata.

Saat itu, keluarga tidak terima kalau GM dikategorikan meninggal karena Covid-19. Keluarga GM memandikan dan menguburkan sendiri jenazah GM secara protokol penanganan pasien Covid-19.

Menyikapi hal tersebut, digelar rapat koordinasi tingkat kelurahan terkait perampasan jenazah terkonfirmasi positif Covid-19.

Lurah Airmata, Saiful Djamil Umar, S.Sos meminta Ketua RT 07 Kelurahan Airmata, Farid Belajam melakukan pendekatan dengan keluarga GM (pasien positif Covid-19).

Keluarga diminta untuk bersedia melakukan swab test di Pustu Aimata. Dari hasil kesepakatan ketua RT 007 dengan pihak keluarga GM, pihak keluarga sangat bersedia untuk melakukan swab test.

Bhabinkamtibmas dan anggota Polsek Kelapa Lima ke Puskesmas Kota, untuk berkoordinasi agar dapat membantu melakukan swab test terhadap keluarga GM yang positif Covid-19.

Mereka menemui dokter Trio untuk berkoordinasi dan pihak Puskesmas Kota bersedia membantu melakukan swab test sesuai kesepakatan waktu yang ditentukan.

Kapolres Kupang Kota, AKBP Satrya Perdana P Tarung Binti, melalui Kapolsek Kelapa Lima, Kompol Sepuh Siregar mengakui bahwa langkah ini dilakukan menyikapi kejadian perampasan jenazah terkonfirmasi positif covid-19, GM pada Sabtu (17/7) di rumah duka jalan Trikora, RT 007, RW 003, Kelurahan Airmata.

“Jenasah GM sebelumnya diambil paksa oleh keluarga di Rumah Sakit Siloam Kupang dan dimakamkan di pekuburan Islam Batukadera, Kupang,” ujarnya.

Tes swab bagi keluarga dilakukan agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. “Juga mencegah timbulnya klaster baru positif covid-19 sehingga dapat mencegah penyebaran virus corona di wilayah hukum Polsek Kelapa Lima khususnya di Kelurahan Airmata,” tutup Satrya. [gil]

__Posted on
__Categories
Merdeka, Umum