BEM Nusantara: Lomba orasi Polri bentuk kebebasan berpendapat

Jakarta (ANTARA) – Koordinator Pusat BEM Nusantara Dimas Prayoga menyebut lomba orasi yang digelar Kepolisian Republik Indonesia (Polri) merupakan bentuk kebebasan berpendapat.

“Kami melihat bahwa agenda ini adalah merupakan bentuk upaya penyediaan ruang penyampaian aspirasi dari masyarakat terkhusus para mahasiswa. Dan kami dari BEM Nusantara menyambut baik hal tersebut,” kata Dimas dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.

Dimas mengatakan agenda yang dibuat Polri merupakan hal yang baik. Agenda itu disebut memudahkan para mahasiswa untuk menyampaikan aspirasinya.

Dimas menambahkan, harapan lomba orasi tersebut untuk menjadi bahan evaluasi atas maraknya kasus pelanggaran HAM di Indonesia. BEM Nusantara juga akan mengirimkan delegasi untuk mengikuti lomba tersebut.

“Kami dari BEM Nusantara juga akan mengirimkan delegasi peserta dalam lomba tersebut. Kami juga berharap agar lomba orasi hari HAM Internasional ini dapat menjadi referensi bagi Polri dan Pemerintah sebagai masukan dan bahan evaluasi terkait penuntasan kasus pelanggaran HAM yang ada di Indonesia,” harap Dimas.

Lebih lanjut, Dimas mengapresiasi Polri yang akan menggelar lomba tersebut. Dimas menganggap Polri berkomitmen untuk menjaga nilai-nilai kebangsaan.

“Kami menilai kegiatan yang diselenggarakan oleh Polri ini merupakan suatu bentuk komitmen yang baik sebagai upaya untuk menjaga nilai-nilai dan iklim demokrasi yang ada di negara ini,” kata Dimas.

Polri merencanakan akan menggelar lomba orasi untuk menyambut Hari Hak Asasi Manusia (HAM) sedunia pada 10 Desember 2021.

Baca juga: Polri adakan Lomba Orasi Unjuk Rasa Piala Kapolri peringati HAM

Baca juga: BEM Nusantara apresiasi Polri tangani kasus Muhammad Kece

Baca juga: Polri-BEM Nusantara salurkan bansos bagi buruh cuci terdampak PPKM

Pewarta: Fauzi
Editor: Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2021

__Posted on
__Categories
Antara News, Hukum