Biden Fokus pada Stimulus Covid-19

PRESIDEN terpilih AS Joe Biden berharap Partai Republik di Kongres AS akan lebih bergerak maju dalam kebijakan untuk membantu covid-19 seusai Donald Trump melepaskan jabatannya.

“Semoga ketika dia pergi, mereka akan lebih bersedia untuk melakukan apa yang mereka tahu harus dilakukan untuk menyelamatkan warga di tempat mereka tinggal,” kata Biden.

Seiring dengan meroketnya kasus covid-19 di AS dan jumlah kematian mendekati angka seperempat juta, Partai Republik dan Demokrat berada di bawah tekanan untuk menyampingkan perbedaan mereka dan membuat kesepakatan atas nama keluarga Amerika dan bisnis AS yang terguncang akibat pandemi.

Kedua pihak mulai menunjukkan beberapa tanda pergerakan. Pemimpin Senat dari Demokrat, Chuck Schumer dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Nancy Pelosi, misalnya, mengundang Senat dari Partai Republik ke meja perundingan.

“Rekan kita dihadapkan dengan pilihan sederhana. Mereka menyampingkan pemilu dan terus maju untuk menyelesaikan sesuatu atau mereka bisa tetap berada di sudut partisan mereka,” kata Schumer.

Sementara itu, anggota parlemen dari kedua sisi mendapat kritik dari seorang pebisnis Wall Street yang mendesak Partai Republik dan Demokrat untuk menyampingkan perbedaan mereka dan membuat kesepakatan.

“Ini merupakan perilaku kekanak-kanakan dari para politikus kami,” kata Chief Executive JPMorgan Chase & Co Jamie Dimon dalam  konferensi. 

Sejauh ini kongres telah mengeluarkan biaya US$3 triliun untuk bantuan covid-19 di awal pandemi. Demokrat kemudian mengajukan stimulus sebesar US$2,2 triliun, sedangkan Senat dari Partai Republik berkali-kali berupaya mengalihkannya dengan jumlah yang lebih kecil, yaitu US$500 miliar.

Bantuan mendesak

Sebelum pemilu 3 November, Pelosi dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin telah mencoba untuk mengajukan stimulus sekitar US$2 triliun, tetapi gagal.

Mitch McConnell, dari Partai Republik yang setuju dengan paket US$500 miliar, mengatakan kongres harus mencapai kesepakatan meski ada sedikit ketidaksepakatan. Namun, dia menyalahkan Demokrat karena kemajuan yang lamban.

“Partai Republik siap memberikan bantuan mendesak ini. Kita hanya membutuhkan Demokrat untuk akhirnya serius tentang ini,” kata McConnell.

Namun, Senator Lindsey Graham, seorang politikus Republik terkemuka yang juga sekutu Trump, lebih menyukai paket stimulus yang lebih besar dan mencakup bantuan untuk usaha kecil yang terkena pandemi. “Kupikir kita membutuhkan lebih dari US$500 miliar. Di Carolina Selatan, ekonomi cukup lemah karena virus telah membawa korban,” imbuhnya.

Jumlah warga AS sendiri yang meninggal akibat covid19 telah lebih dari 250 ribu orang. Itu ialah jumlah kematian nasional tertinggi di dunia, di atas Brasil dengan 166.699 kematian, India dengan 130.993 kematian dan Meksiko dengan 99.026 kematian.

Negara itu sekarang secara rutin mencatat lebih dari 1.000 kematian dan 150.000 kasus baru setiap hari. Akibatnya, kota besar seperti New York akan kembali menutup sekolah dan telah memberlakukan kembali beberapa pembatasan pada bar dan restoran. (AFP/Nur/X-11)
 

__Posted on
__Categories
MediaIndonesia, Umum