BPH Migas Lima Tahun Konsisten Kawal BBM Satu Harga

BPH Migas menilai BBM 1 Harga adalah upaya mewujudkan keadilan energi

REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK — Kembali, untuk kesekian kalinya BPH Migas resmikan Penyalur (SPBU) BBM Satu Harga. Kali ini peresmian dilangsungkan secara serentak untuk 27 penyalur di wilayah 3T yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, bertempat di TBBM Siantan, Pontianak, Rabu (9/6).

Dengan penambahan 27 penyalur, maka total ada 280 SPBU BBM Satu Harga. Sementara sebelumnya hingga akhir tahun 2020 telah diresmikan sebanyak 253 Penyalur BBM Satu Harga di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Terpencil).

Hadir dalam acara peresmian tersebut, Kepala BPH Migas, M Fanshurullah Asa, bersama Tim, Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, EGM PT Pertamina (Persero) MOR VI Kalimantan, Freddy Anwar, SAM Pertamina Kalbar, Weddy Surya Windrawan dan beberapa perwakilan Pemerintah Kabupaten lokasi BBM Satu Harga yang diresmikan.

Fanshurullah Asa dalam sambutannya, menyampaikan bahwa penjangkauan wilayah 3T (Terluar, Terdepan dan Terpencil ) dengan BBM Satu Harga adalah upaya mewujudkan keadilan energi. Dengan kehadiran BBM Satu Harga diharapkan ekonomi bisa digerakkan di level daerah.

Hal ini merupakan salah satu bagian dari Nawacita Presiden Joko Widodo yang menginstruksikan agar pembangunan dimulai dari pinggiran. Penambahan penyalur BBM Satu Harga untuk jenis BBM tertentu dan khusus penugasan nasional dipastikan akan memudahkan masyarakat dalam mengakses kebutuhan energi terutama diwilayah 3T.

BBM Satu Harga juga merupakan wujud energi berkeadilan bagi seluruh masyarakat. “Ini sekaligus merupakan pembangkitan ekonomi, mengubah mindset pembangunan dimulai dari pinggiran, wilayah 3T perlu dibangkitkan menjadi pusat-pusat baru pertumbuhan ekonomi, bukan hanya dari perkotaan yang segala fasilitas lebih siap. BBM Satu harga bukan hanya bentuk perwujudan keadilan tetapi sekaligus menggerakkan ekonomi di wilayah 3T dan mengantisipasi kesenjangan wilayah 3T dengan perkotaan.Sehingga tidak ada lagi daerah-daerah yang termarginalkan,” ujar Ifan sapaan akrab Kepala BPH Migas.

Sejak instruksi Presiden RI , Joko Widodo pada akhir Desember 2015 untuk melaksanakan Program BBM Satu Harga dan terbitnya Permen ESDM No 36 tahun 2016 sebagai turunan amanah UU Migas, BPH Migas selalu konsisten mengawal Program BBM 1 Harga yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi. BPH Migas telah berhasil mengawal pelaksanaan program BBM Satu Harga mulai Tahun 2017 hingga sekarang.

Tercatat sejak tahun 2017 hingga 2019 telah diresmikan 170 Penyalur BBM Satu Harga (160 PT. Pertamina dan 10 PT. AKR Corporindo), tahun 2020 diresmikan sebanyak 83 penyalur , dan hari ini yang diresmikan sebanyak 27 Penyalur sehingga Total ada 280 Penyalur (SPBU) BBM Satu Harga yang tersebar di berbagai tempat wilayah 3T di seluruh NKRI.

Kehadiran BBM Satu Harga sangat dinantikan oleh masyarakat khususnya diwilayah 3T. Bahkan, antusiasnya Pemerintah Kabupaten terhadap Program BBM Satu Harga, saat ini ada usulan baru dari daerah yang mencapai 769 lokasi di luar target Pemerintah sebanyak 500 lokasi hingga tahun 2024. Usulan tersebut saat ini sedang dievaluasi oleh BPH Migas dan Kementerian ESDM. 

 

__Posted on
__Categories
Republika, Umum