Bursa Australia datar, penurunan saham teknologi imbangi komoditas

Sydney (ANTARA) – Saham-saham Australia diperdagangkan sedikit berubah pada Selasa pagi, saat kenaikan pada perusahaan-perusahaan pertambangan dan energi karena harga komoditas yang lebih kuat diimbangi kerugian di saham-saham teknologi menyusul petunjuk lemah dari rekan mereka di AS.

Indeks acuan S&P/ASX 200 hampir tidak berubah di 6.779,50 poin pada 00.00 GMT, setelah berayun antara wilayah positif dan negatif di sebagian besar bagian awal sesi.

Saham-saham teknologi adalah beban terbesar pada indeks acuan, mengikuti kerugian rekan-rekan mereka di AS yang mendapat tekanan dari kenaikan imbal hasil obligasi dan kekhawatiran atas inflasi yang lebih tinggi yang memengaruhi valuasi.

“Terus naiknya imbal hasil riil mencerminkan prospek pertumbuhan yang lebih baik untuk ekuitas tetapi jika naik tiba-tiba, didorong lebih tinggi oleh arus dari reposisi cepat, maka kami pikir dampak dari tingkat diskonto yang lebih tinggi akan menarik ekuitas lebih rendah,” kata analis di UBS dalam sebuah catatan.

Raksasa perusahaan beli-sekarang-bayar-nanti Afterpay, merosot 7,8 persen menyebabkan kerugian di antara perusahaan teknologi lokal yang ditetapkan untuk sesi terburuk mereka sejak 28 Januari.

Investor akan mengamati dengan cermat setiap perubahan pada prospek dovish Federal Reserve AS dari Ketua Jerome Powell ketika dia berbicara di depan Komite Perbankan Senat pada Selasa waktu setempat.

Saham energi naik hingga 4,1 persen dan berada di jalur untuk mencatat sesi terbaik mereka sejak 13 Januari, terangkat oleh lonjakan harga minyak saat investor mengantisipasi pemulihan yang lambat dalam produksi minyak mentah AS menyusul cuaca dingin di negara bagian Texas. Oil Search melonjak 8,6 persen setelah membukukan keuntungan mendasari yang mengejutkan.

Newcrest Mining dan AngloGold Ashanti memimpin kenaikan di antara penambang emas, yang naik 5,6 persen, karena kekhawatiran atas kenaikan inflasi dan melemahnya dolar AS mendorong logam lebih tinggi.

Harga emas dan tembaga yang lebih kuat mendukung kenaikan lebih dari 1,0 persen pada penambang kelas berat, yang mencapai level tertinggi sejak 8 Januari. Harga tembaga menembus angka 9.000 dolar AS untuk pertama kalinya sejak 2011 di tengah indikasi terbatasnya pasokan.

Indeks acuan S&P/NZX 50 Selandia Baru turun 0,6 persen menjadi 12.356,68 poin dan berada di jalur penurunan untuk sesi keempat berturut-turut.

Baca juga: Saham Australia ditutup turun, Indeks ASX 200 tergerus 0,19 persen
Baca juga: Saham Australia ditutup jatuh, setelah Wall Street mengkhawatirkan
Baca juga: Saham Australia dibuka jatuh, ikuti pelemahan Wall Street

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

__Posted on
__Categories
Antara News, EkoBiz