Cara Jitu Khofifah Turunkan Angka Positif Covid-19 di Jawa Timur

GOWES BERSAMA kampanyekan pentingnya Pakai Masker: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyapa masyarakat saat Gowes bersama instansi vertikal di Kabupaten Jember sembari kampanye ‘Pakai Masker’, 15 November 2020 lalu. 


JAWA Timur (Jatim) beberapa waktu lalu menjadi provinsi dengan jumlah warga terpapar covid-19 yang cukup besar. Bahkan, selama pandemi, Jatim selalu berada di posisi di bawah Jakarta.

Namun, perlahan tapi pasti, Provinsi Jatim kini jumlah warga terinfeksi covid-19 mulai melandai. Bahkan, saat ini Jatim masuk provinsi dengan kasus covid-19 terendah dibandingkan provinsi lain di Pulau Jawa.

Banyak cara yang telah dilakukan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mencapai prestasi tersebut. Sejumlah program dilakukan Pemprov Jatim, di antaranya penguatan pentahelix dalam melakukan penanganan melawan covid-19. Pentahelix menjadi kunci Jatim bisa terus berprogres baik dalam pengendalian covid-19.

Terbukti saat ini, pada 19 November 2020, Jatim menjadi provinsi urutan kedua terendah se-Indonesia kasus aktif covid-19. Bahkan, dibandingkan dengan beberapa provinsi, yakni Jakarta dengan jumlah kasus covid-19 7.784, Jawa Barat 8.931 dan Jawa Tengah 9.469, Jatim paling rendah sebanyak 2.458.

Persentase kasus aktif covid-19 di Jatim adalah 3,95%. Saat ini, kasus covid-19 atau masyarakat Jatim yang tengah dirawat karena terpapar covid-19 berdasarkan data per 19 November 2020 mencapai 2.458 (4,27%) dari total kumulatif kasus 57.662.

Angka warga terpapar covid-19, diyakini Gubernur Khofifah akan terus menurun bila semua pihak ikut menekan pertambahan kasus baru, dan meningkatkan kasus sembuh.
Saat ini, tingkat kesembuhan kasus covid-19 (case recovery rate) Jatim terus naik di angka 51.120 (88,65%), dengan kumulatif kasus sembuh sebanyak 57.662 kasus. Angka persentase kesembuhan covid-19 Jatim tersebut juga berada jauh di atas recovery rate nasional, yaitu 84,09%.

“Suksesnya proses menangani bencana, termasuk pandemi ini adalah bencana non-alam dengan pendekatan pentahelix. Bagaimana kampus, media, masyarakat, private sector dan juga pemerintah melakukan kerja sama agar semua ‘nyekrup’ dalam satu langkah penanggulangan bencana,” katanya.

Dalam penguatan pentahelix, ia melakukan sejumlah aktivitas yang melibatkan masyarakat. Salah satunya, ‘gowes’ bersama para dokter, civitas akademika, termasuk dekan FK Universitas Airlangga (Unair), penyintas covid-19. Mereka keliling Kota Surabaya untuk melakukan sosialisasi 3M di rangkaian peringatan Dies Natalis Fakultas Kedokteran Unair yang ke-107.
Dengan menempuh rute sepanjang 10 km, dimulai dari FK Unair di Jl Prof Moestopo, Gubernur Khofifah ‘gowes’ menuju ke Pasar Karang Menjangan, Pasar Menur, dan Pasar Manyar. Di sela-sela itu, rombongan aktif membagi-bagikan masker dan hand sanitizer, serta membagikan sembako kepada tukang becak, ojek online, PKL, petugas kebersihan dan masyarakat kurang mampu.

Sosialisasi 3M
Upaya lebih meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan, Gubernur Jatim dalam berbagai kesempatan terus menggelorakan gerakan 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Seperti yang dilakukan mantan Menteri Sosial itu singgah di M Radio di Jl Ngagel Jaya Utara, beberapa waktu lalu. Pada kesempatan itu, Khofifah mengabarkan situasi dan kondisi terkini covid-19 di Jatim.

“Perguruan tinggi, tenaga kesehatan, juga masyarakat adalah faktor penting untuk bersama-sama melawan covid-19 dengan menjalankan masing-masing peran dan kontribusinya,” tegasnya.

Peran yang dimaksud yaitu masyarakat ikut aktif menegakkan protokol kesehatan untuk menurunkan pertambahan kasus covid-19, termasuk menyemangati para tenaga kesehatan, termasuk dokter untuk terus meningkatkan angka kesembuhan.

Dengan begitu, katanya, secara bertahap kasus aktif covid-19 akan terus menurun dan pandemi covid-19 di Jatim akan berakhir. “Bismillah kita terus melakukan upaya agar Jawa Timur bisa bergerak menjadi zona hijau yang bebas dari risiko penyebaran covid-19,” tegas Khofifah.

Gubernur mengingatkan kembali kepada masyarakat agar tidak lengah dan kendor dalam menerapkan protokol kesehatan meskipun angka positif covid-19 terus menurun. Bahkan, masyarakat harus tetap diberikan edukasi agar pengendalian bisa dilaksanakan secara menyeluruh.

“Kami berterima kasih kepada FK Unair yang telah melahirkan para dokter yang telah berjuang untuk memberikan layanan kesembuhan bagi para pasien dan masyarakat sehingga banyak yang telah sembuh dan sehat beraktifitas seperti semula. Kepada seluruh dedikasi para dokter yang telah gugur semoga diterima seluruh amal dan dedikasinya dalam merawat masyarakat dan hilafnya diampuni Allah,” ungkapnya.

Tingkatkan kapasitas 3T
Jatim menunjukkan progres yang sangat signifikan dalam penanganan covid-19 selama dua bulan terakhir. Sebelumnya Jatim juga pernah mengalami lonjakan kasus yang signifikan pada Juli-Agustus 2020. Bahkan pada Agustus, kasus covid-19 secara kumulatif menjadi tertinggi kedua setelah Provinsi DKI Jakarta.

Untuk itu, Jatim terus konsisten untuk meningkatkan kapasitas 3T (testing, tracing, treatment). Selain meningkatkan kedisiplinan protokol kesehatan, juga melakukan Operasi Yustisi, serta kampanye pakai masker oleh Gubernur Jatim bersama Forkopimda di hampir semua kabupaten/kota.

Menurutnya, menurunnya kasus aktif covid-19 di Jatim adalah bukti sinergis yang baik antara masyarakat bersama Pemprov, pemkab/kota, Forkopimda, TNI/Polri, laboratorium, rumah sakit, dan tenaga kesehatan.

“Alhamdulillah, Jawa Timur konsisten memiliki kesembuhan yang lebih tinggi dibandingkan kasus baru, di sisi lain kapasitas testing juga terus naik sehingga positivity rate menurun. Hasilnya per 19 November 2020, berdasarkan pengolahan data dari Kemenkes RI, Jawa Timur menjadi provinsi dengan prosentase kasus aktif terendah nomor 2 se-Indonesia,” urai Khofifah.

Pencapaian itu, katanya, harus terus harus dipertahankan dengan makin memperketat protokol kesehatan untuk pengendalian penyebaran covid-19.
Kofifah menjelaskan, penegakan hukum melalui Operasi Yustisi di Jatim telah menjangkau 251.653 titik, dengan jumlah warga yang terjaring sekitar 3.5 juta orang. Dari jumlah itu, sebanyak 2.612 orang dikenakan sanksi teguran, 403.692 orang sanksi kerja sosial, 60.190 orang dikenakan sanksi denda adminsitratif, 71 tempat usaha ditutup, dan 4 orang mendapatkan kurungan.

Khofifah mengungkapkan Jatim kini sudah bebas dari Zona Merah per 19 November 2020. Namun, lanjutnya, masih tercatat satu wilayah masuk zona merah, yakni lumajang. Sementara, wilayah masuk zona kuning di Jatim ada di 11 kabupaten/kota (60%) dan zona orange 26 kabupaten/kota (40%).
Karena itu, pihaknya terus meminta masyarakat agar jangan lengah dalam menerapkan protokol kesehatan maupun dalam pelaksanaan 3M.

“Jatim telah menunjukkan hasil yang pesat dalam penanganan covid-19, namun kita harus ingat pandemi ini belum usai. Kewaspadaan harus ditingkatkan, protokol kesehatan juga harus terus ditegakkan sembari menunggu vaksin yang efektif untuk covid-19. Saya optimis bersama warga Jawa Timur, kita semua bisa melewati pandemi covid-19 dengan hasil yang terbaik,” pungkas Khofifah. (FL/S1-25)

__Posted on
__Categories
MediaIndonesia, Umum