Cegah Penyebaran Varian Covid-19, Prancis Perketat Jam Malam

OTORITAS Prancis mengatakan bahwa mereka akan lebih mengekang penularan varian covid-19 yang lebih menular yang pertama kali ditemukan di Inggris.

Pasalnya, varian baru tersebut telah terdeteksi di Marseille dan di Pegunungan Alpen.

Wali Kota Marseille Benoit Payan mengatakan tujuh hingga delapan orang dinyatakan positif untuk varian baru virus di kota itu. Pengujian pun sedang dilakukan pada 30 orang lainnya yang mungkin juga telah terpapar virus tersebut.

“Saat ini, setiap menit penting untuk mencegah penyebaran varian Inggris ini,” kata Payan kepada wartawan.

Otoritas kesehatan lokal di wilayah Hautes-Alpes, rumah bagi banyak resor ski yang menarik pengunjung asal Inggris, mengatakan varian itu juga telah ditemukan di sana.

Prancis memiliki jumlah kematian akibat covid-19 terbesar ketujuh di dunia. Angka kematian meningkat 151 selama 24 jam terakhir sehingga totalnya mencapai 67.750. Sementara, jumlah kasus baru yang dikonfirmasi naik 15.944 sehingga totalnya menjadi sekitar 2,78 juta.

Menyusul penemuan varian tersebut di Marseille, otoritas Prancis memajukan jam malam kota itu dan daerah sekitarnya menjadi pukul 18.00 waktu setempat, dua jam lebih cepat dari bagian lain negara tersebut.

Strasbourg dan Dijon juga memiliki jam malam yang lebih lama, sedangkan di Paris jam malam dimulai pada pukul 20.00 waktu setempat.

Pemerintah Presiden Emmanuel Macron mengatakan tidak akan mengenyampingkan langkah-langkah yang lebih ketat jika situasi akibat covid-19 memburuk di Prancis.

Pemerintah sedang berjuang untuk mempercepat peluncuran vaksin di negara itu. Prancis hanya mengirimkan 7.000 vaksin lebih dari seminggu setelah meluncurkan kampanye vaksinasi pada 27 Desember, tertinggal jauh dari kebanyakan negara Barat.

Pemerintah mengatakan vaksin kedua, yang dibuat oleh perusahaan AS Moderna, akan tiba di Prancis pada Senin. (France24/OL-8)

__Posted on
__Categories
MediaIndonesia, Umum