Covid-19 di Brazil Lampaui 6 Juta Kasus

KASUS covid-19 di Brazil dilaporkan telah melampaui 6 juta kasus per Jumat (20/11). Amerika Selatan bergabung dengan Amerika Serikat dan India sebagai negara yang telah melampaui angka 6 juta kasus. Brazil juga menduduki angka kematian tertinggi kedua di dunia dengan kasus terkonfirmasi hampir mencapai 170 ribu kematian. Data pemerintah menunjukkan, setelah tiga bulan jumlah kasus mengalami penurunan sejak mencapai puncak pada akhir Juli, kini kasus infeksi meningkat lagi.

Banyak tempat memberlakukan lockdown usai virus pertama kali muncul di Brazil pada Februari lalu, namun kegiatan di kota-kota besar umumnya telah kembali mendekati kondisi normal pra-pandemi dalam beberapa pekan terakhir. Bar, restoran, dan toko tampak dipenuhi warga, yang seringkali tidak mengenakan masker. Dalam beberapa hari terakhir, Sao Paulo dan Rio de Janeiro telah mencatat lonjakan penerimaan pasien covid-19 di rumah sakit. Bersasarkan keterangan kantor sekretaris kesehatan negara bagian Rio de Janeiro, di Rio minggu ini, 90 persen dari unit perawatan intensif di rumah sakit umum telah terisi.

Sao Paulo melaporkan kenaikan 18 persen dalam rawat inap covid-19 minggu ini dan menghentikan pembongkaran ICU. Menurut data Imperial College London yang dirilis minggu ini, tingkat penularan covid-19 di Brazil telah mencapai 1,1, setelah beberapa minggu sebelumnya berada di bawah angka 1 yang menunjukkan perlambatan penularan.

Brazil mencapai puncak kasus harian lebih dari 69 ribu kasus dengan sekitar 1.600 kematian pada 29 Jli lalu. Akhir Oktober penyebaran virus tampak mulai terkendali dengan rata-rata turun menjadi 20 ribu kasus dan 425 kematian per hari. Namun sampai Kamis minggu ini, rata-rata kematian harian naik menjadi 480 dan jumlah kasus menjadi 26.500.

“Tanda terpenting adalah rata-rata kasus telah berbalik dalam dua minggu terakhir,” kata Marcelo Gomes, seorang peneliti kesehatan masyarakat di pusat biomedis Fiocruz.

baca juga: Sekolah Dasar di Hong Kong Ditutup

Gomes mengatakan, beberapa minggu ke depan akan diketahui apakah angka kasus di Brazil akan mencapai puncak tertinggi baru ataukah negara itu akan memasuki gelombang kedua penularan saat warga Brazil mulai kembali ke kehidupan normal mereka.

“Kita sekarang menghadapi risko gelombang kedua, bahkan tanpa meninggalkan gelombang pertama,” kata ahli epidemiologi Fakultas Kedokteran Universitas Federal Rio de Janeiro Roberto Medronho.

Medronho mengatakan, pemerintah federal dan negara bagian Brazil tidak mengambil tindakan yang memadai. Negara bagian Sao Paulo mengumumkan minggu ini bahwa mereka akan melakukan tindakan pencegahan yang belum ditentukan di sekitar perayaan Tahun Baru, tetapi mereka telah mengesampingkan kebijakan lockdown.

“Kita jelas tidak siap,” tandasnya. (CNA/OL-3)

__Posted on
__Categories
MediaIndonesia, Umum