Didesak Minta Maaf Karena Lambat Sediakan Vaksin, PM Australia Mengelak


Saat ini, negara bagian Victoria, New South Wales (NSW), dan Australia Selatan telah memberlakukan penguncian untuk mencegah penyebaran Covid-19, khususnya dari varian Delta.

Australia pada awalnya dipuji karena berhasil mengendalikan virus dengan menutup perbatasan dengan ketat. Tetapi pemerintah dinilai lambat dalam hal program vaksinasi.


Menurut Our World in Data, hanya sekitar 10 persen populasi Australia yang sudah vaksinasi lengkap. Dengan angka ini, Australia berada di belakang Kolombia, Meksiko, dan Malaysia.

Sementara tiga negara yang berhasil menjalankan program vaksinasi adalah Inggris dengan 53,1 persen populasinya sudah divaksinasi lengkap, Spanyol 52 persen, dan Kanada 50 persen.

Berbicara pada konferensi pers pada Rabu (21/7), Morrison mengatakan dia menerima tanggung jawab atas masalah yang peluncuran vaksin Covid-19.

Namun ia mengelak ketika ditanya apakah akan meminta maaf terkait masalah tersebut.

“Kita semua tahu (penundaan) diakibatkan banyak faktor. Akan ada banyak kritik dan tinjauan ke belakang. Mereka akan memiliki berbagai motivasi untuk melakukan itu,” ujar Morrison, seperti dikutip The Independent.

“Saya bertanggung jawab atas masalah yang kami miliki, tetapi saya juga bertanggung jawab atas solusi yang kami berikan dan tingkat vaksinasi yang sekarang kami capai,” tambahnya.

Sementara itu, politisi Partai Buruh, Jim Chalmers menyebut Morrison berusaha untuk melarikan diri dari masalah ketika rakyat Australia tengah terluka.

“Ini adalah perdana menteri yang bersembunyi saat orang terluka,” kritiknya.

__Posted on
__Categories
Nasional