Ditembak Roket, Israel Serang Balik Hamas di Gaza

ISRAEL, pada Minggu, mengatakan militernya menyerang sasaran Hamas di Gaza sebagai balasan atas serangan roket yang diluncurkan dari daerah kantong Palestina.

Angkatan Udara Israel, kata Pasukan Pertahanan Israel, menyerang dua lokasi pembuatan amunisi roket, sebuah kompleks militer dan infrastruktur bawah tanah.

Pada Sabtu malam, sebuah roket ditembakkan ke Israel dari Jalur Gaza, menurut tentara, tidak lama setelah sirene peringatan dibunyikan di Kota Ashkelon, Israel Selatan.

Pernyataan militer tersebut tidak memberikan rincian lebih lanjut, tetapi layanan darurat mengatakan mereka tidak memiliki pemberitahuan tentang siapa pun yang terluka dan media Israel mengatakan proyektil itu jatuh di tempat terbuka.

Tembakan terbaru yang dilaporkan dari daerah kantong Palestina yang diperintah Hamas terjadi setelah dua roket ditembakkan dari jalur pantai ke negara tetangga Israel pada dini hari Minggu lalu.

Tidak ada korban atau kerusakan dalam serangan itu. Israel membalas dengan pesawat tempur, helikopter, dan tank, mengenai apa yang dikatakan tentara sebagai sasaran Hamas.

Tidak ada yang mengklaim bertanggung jawab atas tembak an roket pada 15 November, tetapi Israel menganggap kelompok Hamas bertanggung jawab atas semua serangan yang berasal dari wilayahnya.

Jalur Gaza yang miskin dan padat penduduk telah berada di bawah blokade Mesir-Israel yang melumpuhkan sejak 2007, tahun Hamas mengambil alih jalur tersebut.

Hamas dan Israel mencapai kesepakatan pada akhir September untuk menghentikan permusuhan, meskipun serangan terus berlanjut. 

Gencatan senjata itu menyusul lonjakan kekerasan yang mematikan dan akan membuat Israel mengizinkan proyek pembangunan baru,
termasuk zona industri dan rumah sakit.

Hamas menuduh Israel tidak sepenuhnya mematuhi kesepakatan itu. Israel, yang menganggap Hamas sebagai organisasi ‘teroris’, menghindari negosiasi langsung dan tidak pernah secara terbuka mengakui gencatan senjata tersebut. Israel telah melancarkan tiga serangan terhadap Jalur Gaza sejak 2008 dan telah terjadi banyak gejolak.

Analis Palestina mengatakan tembakan lintas batas dari Gaza sering digunakan sebagai alat tawar-menawar untuk mengamankan lampu hijau Israel untuk masuknya bantuan keuangan Qatar ke wilayah tersebut. (Nur/AFP/I-1)

__Posted on
__Categories
MediaIndonesia, Umum