DPR Minta Pemerintah Pastikan Turis Masuk Indonesia Wajib Sudah Divaksinasi

Merdeka.com – Ribuan pelaku perjalanan internasional yang masuk ke Indonesia terkonfirmasi positif Covid-19. Anggota Komisi I DPR RI Dave Akbar Laksono mengatakan, mestinya para pelaku perjalanan tersebut sudah wajib divaksin sebelum masuk ke Tanah Air.

“Untuk traveler yang masuk Indonesia semestinya sudah diwajibkan mereka untuk divaksin dahulu. Dan kita tidak boleh ada diskriminasi tentang jenis vaksin tersebut,” katanya lewat pesan singkat, Rabu (15/9).

Selain itu, ia meminta para traveler yang positif corona ketika masuk Ibu Kota perlu ditinjau ulang. Pasalnya, ia mendapat info ada permainan bahwa traveler sengaja dipositifkan untuk keuntungan bisnis di hotel.

“Yang positif ketika di test di Jakarta, itu juga wajib ditinjau ulang. Karena kami dengar laporan ada upaya-upaya tidak benar, dengan mempositifkan tamu agar dipaksa karantina di hotel-hotel lebih lama. Semoga info tersebut tidak benar, karena bagaikan mempermainkan nyawa orang,” ungkapnya.

Lebih lanjut, kata dia, testing untuk para traveler harus sesuai standar internasional agar hasilnya akurat. Kata dia, pemerintah juga bisa meminta daftar laboratorium Kemenkes luar negeri yang sudah sesuai standar.

“Jadi ketika mereka ditest ulang harus sesuai dengan standar-standar internasional. Dan lab asal di sana pun juga harus yang sesuai standar. Kita dapat meminta daftar lab tersebut dari kemenkes negara asal,” pungkasnya.

Kementerian Kesehatan mencatat pada periode 1 sampai 6 September 2021, sebanyak 7.179 pelaku perjalanan internasional masuk ke Indonesia. Dari jumlah tersebut, 2 persen di antaranya terkonfirmasi positif Covid-19.

Mereka dinyatakan positif Covid-19 setelah menjalani pemeriksaan di pintu masuk kedatangan Indonesia. Padahal mereka membawa surat bebas Covid-19 dari negara asalnya.

“Periode 1 sampai 6 September 2021, sebanyak 2 persen pelaku perjalanan internasional terkonfirmasi positif Covid-19, dari jumlah total kedatangan 7.179 orang,” kata Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi melalui keterangan tertulis yang dikutip merdeka.com, Selasa (14/9).

Dari total pelaku perjalanan yang terkonfirmasi positif Covid-19 saat tiba di Indonesia, paling banyak berasal dari lima negara. Yakni Arab Saudi, Malaysia, Turki, Uni Emirat Arab, dan Singapura.

Sementara itu, data pada periode 1 sampai 31 Agustus 2021, sebanyak 4,5 persen pelaku perjalanan internasional terkonfirmasi positif Covid-19 dari jumlah total kedatangan 36.722 orang. Mereka juga membawa serta surat negatif Covid-19 dari negara asalnya.

Nadia menyebut, lima negara asal yang mencatat data pelaku perjalanan internasional terkonfirmasi positif Covid-19 tertinggi saat tiba di Tanah Air pada periode tersebut adalah Arab Saudi, Malaysia, Uni Emirat Arab, Korea Selatan, dan Jepang.

Dia menambahkan bahwa 65 persen dari pelaku perjalanan internasional belum mendapatkan vaksinasi saat masuk Indonesia, khususnya di Provinsi Jakarta. Karena itu, Nadia mengimbau pelaku perjalanan internasional baik WNA maupun WNI agar dapat divaksinasi terlebih dahulu di negara asal keberangkatannya.

“Untuk itu kami mengimbau agar pintu-pintu masuk ke Republik Indonesia seperti bandar udara, pelabuhan laut internasional untuk terus memperketat prosedur skrining dan prosedur pengawasan masuknya pelaku perjalanan internasional,” ucap Nadia. [ray]

__Posted on
__Categories
Merdeka, Umum