FX Rudy Klaim tidak Ada Tenaga Kesehatan di Solo Tolak Vaksinasi Covid-19

Merdeka.com – Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo (Rudy) tidak mempermasalahkan jika ada tenaga kesehatan (nakes) yang menolak disuntik vaksin Covid-19. Hal tersebut merupakan hak masing-masing tenaga kesehatan, sehingga pihaknya tidak bisa menghalang-halangi.

Namun demikian, Rudy memastikan seluruh tenaga kesehatan di Kota Solo tidak ada yang menolak vaksinasi, yang akan dimulai pada Kamis (14/1) besok.

“Sampai dengan hari ini, tampaknya tidak akan ada nakes yang menolak. Seandainya itu menolak pun, itu hak. Mungkin takut, wong dokter yang takut disuntik juga banyak kok,” ujar Rudy, Rabu (13/1).

Rudy menyampaikan, hingga saat ini tidak nakes yang mengirimkan surat penolakan. “Kalau menolaknya lisan mungkin kepada wartawan. Kalau nolak dengan pemerintah, harus tertulis. Jadi bisa dipertanggungjawabkan. Ini bagian dari sebuah arsip,” tandasnya.

Rudy meminta masyarakat untuk mendoakan agar para nakes tidak menolak vaksinasi Vovid-19. Demikian pun dengan media, tidak boleh menolak jika harus disuntik vaksin.

“Ra etuk nolak, nek nolak tak paksa dewe, tak suntik dewe (tidak boleh menolak, kalau menolak saya paksa, saya suntik sendiri),” kelakarnya.

Rudy menambahkan, total jumlah vaksin Covid-19 Sinovac yang dikirimkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, pada Rabu (12/1) malam kemarin, sebanyak 10.609 dosis. Jumlah tersebut masih kurang 11 dosis, karena jumlah total tenaga kesehatan di Solo yang akan divaksin sebanyak 10.620 orang.

Untuk itu ia meminta Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo Siti Wahyuningsih segera mengirimkan surat permintaan kekurangan ke Pemprov Jateng. [cob]

__Posted on
__Categories
Merdeka, Umum