Gasperini Sesalkan Kegagalan Atalanta Bekuk Villarreal

Atalanta punya peluang setelah pada enam menit akhir Villarreal main dengan 10 orang.

REPUBLIKA.CO.ID, VILLARREAL — Atalanta harus puas dengan raihan satu poin dalam lawatan ke kandang Villarreal pada matchday pertama Grup F Liga Champions, Rabu (15/9) dini hari WIB. La Dea menuntaskan laga di Stadion de la Ceramica dengan skor imbang, 2-2. 

Atalanta membuka keunggulan saat laga baru berjalan enam menit via Remu Freuler. Namun gol Manu Trigueros pada menit ke-39 membuat skor imbang 1-1 pada babak pertama. 

Pada babak kedua, kondisinya justru berbalik. Peringkat ketiga Serie A musim lalu itu malah tertinggal usai keberhasilan Arnaut Danjuma mencetak gol pada menit ke-73. Beruntung, 10 menit berselang, La Dea bisa menyamakan kedudukan lewat gol dari Robin Gosens. 

Pelatih Atalanta Gian Piero Gasperini menyesalkan kegagalan anak-anak asuhnya memetik poin penuh di laga ini. Sebab pada enam menit akhir laga, La Dea sebenarnya memiliki kesempatan besar untuk bisa meraih kemenangan. Pasalnya, tim tuan rumah harus bermain dengan 10 pemain menyusul dua kartu kuning yang diterima Francis Coquelin. 

“Saya sempat begitu yakin kami bisa meraih kemenangan saat kami unggul jumlah pemain. Namun, ujungnya, justru Juan Musso (kiper Atalanta) yang berhasil menyelamatkan kami,” kata Gasperini seusai laga tersebut seperti dikutip Football Italia, Rabu (15/9). 

Gasperini merujuk satu peluang emas Villarreal pada pengujung laga yang dihentikan Musso.

Terlepas dari kegagalan memetik poin penuh di laga itu, Gasperini mengaku cukup puas dengan performa anak-anak asuhnya, terutama pada 30 menit awal laga. La Dea dinilai bisa menguasai permainan lewat penguasaan bola. 

Keputusan Gasperini untuk menurunkan Aleksei Miranchuk pada menit ke-79 juga berbuah maksimal. Masuk menggantikan Matteo Pessina, Miranchuk memberikan assist kepada gol penyeimbang kedudukan yang dicetak oleh Robin Gosens. Atalanta akhirnya terhindari kekalahan dari laga tandang ke kandang Villarreal tersebut. 

“Dengan adanya jatah lima pergantian pemain, pergantian pemain di lini serang sangat krusial. Para pemain bertahan bisa kelelahan, karena mereka cenderung jarang diganti. Jadi, pemain yang datang dari bangku cadangan bisa merepotkan mereka,” kata Gasperini. 

__Posted on
__Categories
Republika, Umum