Gelar Profesor Ke Megawati Dinilai Politis Untuk Lancarkan Misi Politik

Presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri dan Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto saat meresmikan patung Soekarno berkuda, di halaman Kantor Kemhan, Jakarta, Minggu (6/6).


Demikian pandangan Ketua Umum Forum Politik Indonesia (FPI) Tamil Selvan kepada redaksi kantor Berita Politik RMOL, Kamis (10/6).

“Seolah-olah gelar akademik itu menjadi penghargaan untuk melancarkan keinginan-keinginan politik terselubung,” kata Tamil meyayangkan.


Padahal, sambung dia, ketika seseorang memperoleh gelar akademik, harus mampu mempertanggungjawabkan secara moral. Yakni satu hal yang kongkrit bentuk pertaggugjawabannya ialah dengan mengajar.

Menurutnya, gelar akademik, diberikan kepada seseorang jika pernah menyumbangkan daya dan upaya ataupun pemikiran di bidang akademik.

“Nah yang saya lihat semakin kemari, pemberian gelar-gelar akademik ini dipolitisasi,” demikian Tamil.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Ajaran Bung Karno di Universitas Bung Karno (UBK), Ristiyanto menuturkan, gelar Profesor adalah jabatan tertinggi yang dapat diraih seorang dosen yang didapatkan karena melaksanakan Tridarma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian masyarakat.

“Hal tersebut biasanya memerlukan waktu yang panjang dan persyaratan yang sangat berat,” kata Ristiyanto, dalam perbincangan dengan redaksi Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Kamis, 9/6).

__Posted on
__Categories
Nasional