Hujan Seharian Kendal Kebanjiran Renggut Dua Korban Jiwa

BENCANA banjir melanda Desa Cangkiran, Mijen dan Desa Bebengan, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, ratusan rumah terendam dan dua orang yakni bapak dan anak terseret banjir saat berboncengan dengan sepeda motor. Satu ditemukan meninggal dan satunya hilang terseret arus

Pemantauan Media Indonesia Jumat (20/11) jelang pagi banjir yang melanda Kabupaten Kendal sudah mulai surut, selain tinggal menyisakan genangan air dan lumpur juga tumpukan sampah yang berserakan di beberapa titik.

Ratusan warga dibantu petugas sari Polsek, Koeamil dan BPBD Kendal berusaha melakukan pembersihan lingkungan dan rumah 150 warga di Perum Delta Asri II, Cangkiran, Kecamatan Mijen, Kendal setelah semalaman terendam banjir
hingga mencapai ketinggian 1,5 meter.

Sementara di Desa Bebengan, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal petugas gabungan SAR terus melakukan pencarian terhadap dua warga yakni bapak dan anak yang terseret banjir saat melintas berboncengan dengan kendaraan roda
dua.

“Banjir itu datang cukup cepat, namun warga tetap bertahan hingga air surut jelang dini hari,” kata Astana,46, salah seorang warga Cangkiran, Kecamatan Mijen, Kendal.

Hujan yang hampir seharian melanda, ungkap warga lain, mengakibatkan air sunfai meluap dan saluran drainase tidak mampu menampung, sehingga banjir merendam sekitar 150 rumah warga di Perum Delta Asri II, Cangkiran, Kecamatan Mijen, Kendal.

Kepala Basarnas Semarang Nur Yahya mengatakan saat banjir bandang datang, dua orang yakni seorang bapak dan anak sedang melintas dengan berboncengan sepeda motor jalan Desa Duwet Boja, diduga keduanya terseret banjir dan
masuk ke sebuah saluran air cukup dalam.

“Hingga kini kami terus melakukan pencarian dengan menyusuri saluran air itu sepanjang dua kilometer, petugas telah menemukan motor korban nomor polisi H 2723 AG di sekitar lokasi,” ujar Nur Yahya.

Selain itu, ungkap Nur Yahya, tim gabungan SAR juga lakukan pencarian dengan melakukan penyisiran sepanjang parit hingga ke muara parit di Sungai Dung Begal sejauh tiga kilometer. “Kita harapkan keduanya segera ditemukan,” imbuhnya.

Sementara itu info terbaru dari Tim SAR pukul 12.00 WIB, Rudi Waluyo, 53, ditemukan di aliran Sungai Gendengan Boja atau sekitar empat kilometer dari TKP dalam keadaan meninggal dan anaknya Nadia Rully,25, masih dalam pencarian. (OL-13)

Baca Juga: 12 dari 150 Sample Swab dari Lembata Positif Covid-19

__Posted on
__Categories
MediaIndonesia, Umum