Iphone Jadi Lemot, Apple Diharuskan Bayar Ganti Rugi di Cile

APPLE sepakat membayar ganti rugi sebesar US$3,4 juta kepada konsumen di CIle dalam gugatan terkait melambatnya kinerja iPhone. Hal itu diungkapkan kuasa hukum pada konsumen iPhone di Cile, Rabu (7/4).

Apple dituding sengaja membuat sejumlah produk mereka memiliki umur yang terbatas sehingga memaksa penggunanya untuk mengganti ponsel mereka secara rutin. Apple juga kalah dalam kasus serupa di Amerika Serikat (AS) dan Eropa.

Di Cile, sekitar 150 ribu pengguna iPhone 6, 6Plus, 6s Plus, 7, 7 Plus, dan SE menuntut Apple dengan klaim bahwa performa ponsel mereka menurun setelah melakukan pembaharuan perangkat lunak pada 21 Desember 2017.

Baca juga: Uniphore Raih Pendanaan Seri D Sebesar US$140 Juta

Setiap konsumen akan mendapatkan kompensasi maksimal US$50 (sekitar Rp728 ribu), yang akan dibagi jika ada lebih dari satu klaim pada satu nomor seri, misalnya dalam kasus ponsel bekas.

Pada Desember 2017 lalu, Apple mengakui perangkat lunak iOS sengaja dibuat memperlambat kinerja iPhone versi lama karena baterai ponsel itu melemah.

Kecaman dari para pengguna iPhone memaksa Apple memperbaharui perangkat lunak mereka dan memberikan diskon untuk penggantian baterai.

Pada Maret 2020, Apple sepakat memberi ganti rugi sebesar US$500 juta terhadap gugatan class-action pengguna iPhone di AS, disusul pada November sebesar US$113 juta terhadap gugatan di 30 negara bagian dalam kasus serupa.

Apple juga harus membayar ganti rugi sebesar 25 ribu euro karena tidak memberi tahu pengguna iPhone bahwa pembaharuan perangkat lunak akan membuat ponsel edisi lama melambat kinerjanya. (AFP/OL-1)

__Posted on
__Categories
MediaIndonesia, Umum