Jadi Korban Phising Lewat Mass Tagging Pornografi? Pengguna Bisa Tuntut Platform

Berselancar di media sosial sudah menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang di era milenial. Hanya bermodalkan smartphone, orang bisa terhubung di banyak platform media sosial. Konten-konten yang dibagikan cukup beragam, namun ada juga pengguna yang hanya sekadar mencari informasi dan hiburan di dunia maya tersebut.

Salah satu platform media sosial yang memiliki jutaan pengguna di seluruh dunia adalah facebook. Di Indonesia sendiri, facebook sangat populer hampir di semua kalangan. Belakangan, platform milik Mark Zuckerberg tengah ramai diperbincangkan karena adanya mass tagging pornografi yang berujung pada peretasan akun.

Hal ini biasa disebut dengan phising (pengelabuan). Dalam komputer, pengelabuan adalah suatu bentuk penipuan yang dicirikan dengan percobaan untuk mendapatkan informasi peka, seperti kata sandi dan kartu kredit, dengan menyamar sebagai orang atau bisnis yang tepercaya dalam sebuah komunikasi elektronik resmi, seperti surat elektronik atau pesan instan.

Ketua Umum Indonesia Cyber Law Community (ICLC), Teguh Arifiyadi, mengatakan bahwa setiap orang bisa melakukan tagging secara massal pada platform facebook. Oknum yang menyebarkan link phising menggunakan konten-konten pornografi untuk menarik pengguna masuk ke dalam konten. Hal semacam ini dilakukan secara otomatis dengan teknik menyebarkan link ke banyak target.

Tak hanya di Indonesia, mass tagging ini juga terjadi di negara tetangga seperti Filipina dan Vietnam. Meski pihak facebook sudah melakukan investigasi dan memblokir link-link pornografi tersebut dari platform, namun Teguh menegaskan tak ada jaminan keamanan secara 100 persen. (Baca: Kominfo Tangani 3.640 Ujaran Kebencian Berbasis SARA di Ruang Digital Sejak 2018)

“Dari sisi teknologi, tidak ada jaminan satu platform aman. Tapi platform harus ada langkah-langkah yang memberi solusi  bagaimana mengatasi modus seperti ini. Setiap platform pasti melakukan pengamanan secara optimal, namun tetap ada celah, dan bagaimana platform merespons kemudian melakukan investigasi terhadap modus-modus ini,” katanya kepada Hukumonline, Selasa (27/4).

Pada dasarnya, pengguna media sosial bisa mengantisipasi mass tagging di akun facebook pribadi. Pihak facebook sendiri menyediakan settingan untuk menampilkan atau tidak konten mass tagging tersebut. Selain itu terdapat fitur keamanan untuk melindungi akun yang bisa digunakan oleh pengguna facebook.

__Posted on
__Categories
Hukum, HukumOnline