Kemarin, KPK tanggapi Edhy Prabowo siap dihukum mati hingga Intan Jaya

Jakarta (ANTARA) –

Beberapa berita hukum kemarin (Selasa 23/2) menjadi perhatian pembaca dan masih menarik untuk dibaca kembali, dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menanggapi soal tersangka mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (EP) yang siap dihukum mati jika terbukti bersalah dalam kasus dugaan suap perizinan ekspor benih lobster (benur) hingga Polda Papua menyebut bahwa tidak terjadi pengungsian di Kabupaten Intan Jaya, Papua, pasca-kekerasan yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Berikut lima berita hukum kemarin yang masih menarik untuk dibaca kembali:

KPK tanggapi tersangka Edhy Prabowo siap dihukum mati

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menanggapi soal tersangka mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (EP) yang siap dihukum mati jika terbukti bersalah dalam kasus dugaan suap perizinan ekspor benih lobster (benur).

Selengkapnya baca di sini

Cek Fakta: Kapolri seret Rocky Gerung ke penjara?

Sebuah konten foto dengan tulisan “DETIK DETIK KAPOLRI SERET ROCKY KE PENJARA!!” beredar di media sosial Twitter.

Selengkapnya baca di sini

Empat kapal terbakar di dermaga Bea Cukai Batam

Empat unit kapal yang bersandar di dermaga Bea Cukai di Tanjunguncang, pelabuhan di Kota Batam, Kepulauan Riau, terbakar, Selasa.

Selengkapnya baca di sini

KPK terima informasi insentif nakes dipotong 50-70 persen

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima informasi adanya pemotongan insentif tenaga kesehatan (nakes) oleh pihak manajemen rumah sakit (RS) dengan besaran 50 hingga 70 persen.

Selengkapnya baca di sini

Polda Papua: Situasi Intan Jaya kondusif warga kembali ke rumahnya

Polda Papua menyebut bahwa tidak terjadi pengungsian di Kabupaten Intan Jaya, Papua, pasca-kekerasan yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Selengkapnya baca di sini

Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor: Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2021

__Posted on
__Categories
Antara News, Hukum