KPU Sukabumi Gencarkan Simulasi Pencoblosan Pilkada

Hasil simulasi ini akan menjadi bahan KPU untuk evaluasi ke depannya.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI–Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukabumi mulai bersiap menghadapi pelaksanaan pilkada serentak yang makin mendekat pada 9 Desember 2020 mendatang. Caranya dengan menggelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara dengan menerapkan protokol kesehatan yanh ketat dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

Hal ini misalnya digelar di Kampung Tugu, Desa Caringin Wetan, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi pada Sabtu (21/11) lalu. Momen ini langsung ditinjau oleh Pjs Bupati Sukabumi R Gani Muhamad.

“Simulasi ini untuk memastikan kesiapan pelaksanaan pilkada dengan penerapan protokol kesehatan,” ujar Ketua KPU Kabupaten Sukabumi, Ferry Gustaman, Ahad (22/11). Contohnya dari mulai kedatangan pemilih dilakukan pengecekan suhu tubuh, hingga selesai memilih dan memakai masker serta menjaga jarak.

Menurut Ferry, proses pemungutan suara kali ini relatif berbeda akibat adanya Covid-19. Sehingga terdapat prosedur tambahan berupa penerapan protokol kesehatan di lokasi TPS.

Ferry mengungkapkan, simuasi pemungutan dan penghitungan suara ini dilakukan secara serentak se-Indonesia. Simulasi ini untuk memantau dan memastikan prosedur pencoblosan di TPS bisa sesuai khususnya dari segi protokol kesehatan. “Di setiap TPS di masa pandemi ini, ada garis pembatas untuk menjaga jarak,” kata Ferry. Sehingga jangan sampai ada kerumunan, termasuk disediakan tempat mencuci tangan.

Bahkan kata Ferry, para petugas pun memakai alat pelindung diri (APD). Sementara pemilih diwajibkan memakai masker. Dalam pelaksanannya nanti pun akan menerapkan protokol kesehatan sesuai gambaran saat ini.

Pjs Bupati Sukabumi R Gani Muhamad menerangkan, kegiatan simulasi ini menjadi ajang latihan bagi KPU dan para pemilih. ” Nantinya petugas dan warga bisa mempersiapkan diri saat pencoblosan di 9 Desember mendatang,” katanya.

Gani mengatakan, pada saatnya nanti dilakukan pemeriksaan sarana prasarana serta kelengkapan APD karena semuanya harus terbiasa menggunakan sarana tersebut. Hasil simulasi ini akan menjadi bahan KPU untuk evaluasi ke depannya.

Harapannya ungkap Gani, setiap ada kekurangan bisa segera disempurnakan.” Semoga lewat simulasi ini, pelaksanaan pencoblosan dan penghitungan surat suara nanti, bisa berjalan lancar dan kondusif,” imbuh dia.n riga nurul iman

 

__Posted on
__Categories
Republika, Umum