Lelang Sukuk perdana di pekan depan dibayangin kenaikan yield SUN

Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Lelang sukuk atawa Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) perdana di tahun 2021 akan meluncur pada Selasa (12/1). 

Ekonom dan analis memproyeksikan, minat investor berpotensi lebih tinggi dari lelang terakhir di tahun lalu. Namun, permintaan cenderung terbatas karena di saat yang sama yield Surat Utang Negara (SUN) dalam tren naik. 

Dalam lelang kali ini pemerintah memasang target indikatif sebesar Rp 14 triliun. Adapun, terdapat lima seri yang akan dilelang, yaitu SPN-S 13072021, PBS027, PBS017, PBS029, PBS004, dan PBS028. 

Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Indonesia Ramdhan Ario Maruto memproyeksikan, target yang dipasang pemerintah akan tercapai. Dia melihat fundamental pasar keuangan dalam negeri di awal tahun cukup baik ditambah ada sentimen January effect yang biasanya menyokong permintaan. 

Baca Juga: Kemenkeu catat kinerja lelang pada tahun 2020 tembus Rp 26,1 triliun

“Saya perkirakan penawaran yang masuk berkisar Rp 30 triliun hingga di atas Rp 40 triliun,” kata Ramdhan, Jumat (8/1). 

Sementara itu, Ahmad Mikail Zaini, Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia juga memproyeksikan penawaran yang masuk sebesar Rp 30 triliun. 

Namun, di satu sisi Mikail bilang, yield SUN yang saat ini cenderung bergerak naik, berpotensi menjadi risiko pada pelaksanaan lelang pekan depan. “Permintaan bisa saja terbatas karena yield US Treasury cenderung naik begitu pun yield SUN,” jelas dia.

Dengan naiknya yield US Treasury maka capital inflow yang masuk ke dalam negeri berpotensi terbatas. Lihat saja, yield SUN acuan tenor 10 tahun kini berada di 6,11 per Jumat (8/1). Angka tersebut naik dari posisi akhir tahun lalu yang berada di 5,8%. 

Ramdhan memproyeksikan, dalam lelang kali ini investor domestik masih mendominasi. Di mana, investor institusi dari perbankan yang akan memburu tenor pendek. Sedangkan, dana pensiun dan asuransi diproyeksikan akan memburu tenor menengah panjang untuk mengincar tawaran yield yang lebih tinggi. 

Baca Juga: Sri Mulyani: Realisasi pembiayaan utang 2020 sebesar Rp 1.226,8 triliun

Sementara, Mikail memproyeksikan investor akan cenderung mengambil seri dengan tenor tiga hingga lima tahun. Mikail memproyeksikan pemerintah akan secara maksimal menyerap lelang sukuk kali ini (fornt loading) selagi suku bunga belum naik. 

Sekedar informasi, jumlah penawaran yang masuk dalam lelang sukuk akhir Desember 2020 sebesar Rp 27 triliun. Pemerintah menyerap Rp 6,14 triliun dari lelang tersebut. 

 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


__Posted on
__Categories
EkoBiz, Kontan