Mahasiswa UBSI Pontianak Sukses Geluti Tiga Bisnis Sekaligus

Omsetnya ratusan juta per bulan, karyawannya berjumlah sekitar 30 orang.

REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK — Tri Wiranto, mahasiswa semester tiga kampus Univesitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Pontianak membuktikan bahwa untuk menjadi seorang wirausaha muda tidak harus menunggu lulus kuliah. Ia berhasil mematahkan statemen  mahasiswa lain yang berpikir untuk memulai usaha setelah lulus kuliah. Melalui ketiga bisnis yang diciptakannya, ia sukses meraih omset ratusan juta rupiah. 

Berawal dari keresahannya saat duduk di bangku kuliah, Tri mengaku tidak mempunyai cukup uang dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sehingga, ia tertarik untuk menciptakan ide bisnis yang bisa mendapatkan penghasilan sendiri tanpa bergantung pada orang tua. 

“Karena tidak memiliki cukup uang untuk memenuhi kebutuhan dan tidak mau bergantung pada orang tua, muncullah ide-ide bisnis agar bisa mendapatkan penghasilan sendiri. Bermodalkan niat belajar yang kuat, saya memilih belajar desain secara otodidak. Untungnya, saya kuliah di UBSI sehingga bisa memperdalam ilmu komputer yang telah menjadi passion saya,” ujar Tri dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Kamis (14/1).

Tiga jenis bisnis ia lakoni sekaligus sembari berkuliah. Bisnis pertamanya bernama Ticrey Studio yang bergerak di bidang jasa desain, lalu yang kedua bisnis Qiro Creative yang bergerak di bidang produk digital, dan terakhir Tanganku Creative sebuah usaha handamade tas, masker, makanan hingga counter pulsa. 

“Selama menjalankan bisnis, BSI Entrepreneur Center (BEC) banyak membantu dalam memberikan ilmu marketing di marketplace. Alhasil, Ticrey Studio pun dikenal banyak orang, tidak hanya lokal namun juga internasional. Ticrey Studio berhasil di kontrak oleh salah satu instansi Thailand dan negara-negara lainnya. Dari ketiga bisnis ini, saya berhasil meraih omset ratusan juta per bulan,” ungkap Tri. 

Tri tidak ingin jadi seorang pekerja, melainkan  menjadi seorang yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain. Kini, Ia memiliki sekitar 30 karyawan  yang berasal dari anak muda daerah pelosok. Alasannya memilih daerah pelosok, agar dapat membantu untuk mengembangkan skill mereka. 

Hal yang memotivasinya menjadi pengusaha muda sukses adalah ia ingin memberikan dampak positif terhadap lingkungannya. Yakni, mengubah pola pikir anak muda dengan memberikan bukti nyata akan sesuatu hal yang dikerjakan serta mengembangkannya. 

“Jangan banyak ide tapi tidak dijalankan. Segera bergerak, segera laksanakan dan segera lakukan. Kegagalan bukanlah jadi penghalang dalam usaha kita.   Kemalasan-lah  yang jadi masalah utama,” kata Tri, yang juga pernah jadi juri ajang lomba design di Pontianak.

Nurmalasari selaku koordinator BEC Pontianak menyampaikan bahwa Tri merupakan salah satu mahasiswa UBSI yang sukses dalam berwirausaha, dengan mengembangkan skill yang ada sebagai modal awal untuk bisa memulai suatu usaha. 

“Saya sangat salut sama Tri, dia mampu membagi waktu antara perkuliahan dan mengelola bisnis-bisnisnya. Ia juga aktif dalam kegiatan yang diadakan oleh BEC, mengikuti entrepreneur fair, couching system hingga ikut di berbagai kompetisi,” tutup Nurmalasari.

__Posted on
__Categories
Republika, Umum