Mahasiswa UNY Rancang Alat Keselamatan untuk Pekerja Konstruksi

JAKARTA – Indonesia merupakan salah satu negara yang sedang gencar membangun infrastruktur sebagai salah satu syarat pembangunan dalam bidang sosial ekonomi. Salah satu faktor yang menunjang keberhasilan pembangunan proyek yaitu mutu sumber daya manusia. Namun, konstruksi bangunan atau proyek konstruksi tak lepas dari risiko bahaya kecelakaan kerja yang fatal.

Selama ini langkah yang digunakan untuk melakukan pencegahan terjadinya kecelakaan kerja yaitu dengan memberikan tanda pada lokasi berbahaya atau membatasinya dengan garis kuning.

Baca juga: Pilihan Jurusan Kuliah Tak Selalu Sesuai Talenta, Jokowi: Contohnya Menkes

Berdasarkan fakta inilah sekelompok mahasiswa UNY merancang alat keselamatan pekerja konstruksi menggunakan Portable Construction Maps (PCM) berdasarkan posisi lokasi dengan sidik jari.

Mereka adalah Annurdin Rasyid, Ahsan Firdaus dan Dwi Setiawan prodi pendidikan teknik informatika, serta Hajidah Salsabilla Allissa Fitri prodi pendidikan kimia.

Menurut Annurdin Rasyid, mereka merancang sistem manajemen pekerja konstruksi berbasis peta indoor atau indoor positioning system. PCM memiliki fokus untuk meningkatkan keamanan konstruksi.

Baca juga: Cerita Jokowi Soal Mahasiswa UGM Dulu Sering Kena Hepatitis dan Tipes

“Prinsip kerja PCM menggantikan GPS dengan Beacon Bluetooth yang terpasang pada masing-masing lantai bangungan konstruksi untuk mendapatkan lokasi pekerja yang telah menggunakan Bluetooth Id Card,” katanya melansir laman resmi UNY di uny.ac.id, Rabu (15/9/2021).

Algoritma yang dipakai dalam menentukan keakuratan lokasi pekerja yaitu menggunakan Location Fingerprint Positioning (LFP) atau posisi lokasi dengan sidik jari.

halaman ke-1
Berita Terkait
TULIS KOMENTAR ANDA!

Berita Rekomendasi
__Posted on
__Categories
SindoNews, Umum