Moderna Tetapkan Harga Vaksin Covid-19 US$25

CEO Moderna Stephane Bancel mengatakan vaksinnya untuk virus korona akan diberi harga antara US$25 dan US$37 per dosis, tergantung pada jumlah yang dipesan pemerintah.

Kandidat vaksin tersebut ditemukan 94,5% efektif melawan virus selama uji coba fase ketiga. “Karena itu, biaya vaksin kami hampir sama dengan suntikan flu, yaitu antara US$10 dan US$50,” kata Bancel kepada mingguan Jerman, Welt am Sonntag.

Itu terjadi sehari setelah seorang pejabat tidak diketahui namanya dari Uni Eropa mengatakan Komisi Eropa ingin mencapai kesepakatan dengan Moderna untuk penyediaan jutaan dosis kandidat vaksin covid-19 dengan harga di bawah US$25 per dosis.

Negara-negara, seperti Inggris, AS, Prancis, dan Jerman telah banyak dikritik karena secara langsung menegosiasikan kesepakatan dengan perusahaan farmasi untuk mendapatkan miliaran dosis, yang berarti mayoritas pasokan vaksin dunia tahun depan sudah dipesan.

Bancel mengatakan sejauh ini belum ada kesepakatan yang ditandatangani antara Moderna dan negara-negara tersebut. “Tapi kami hampir mencapai kesepakatan dengan Komisi Uni Eropa,” katanya.

Pada 16 November, Moderna melaporkan selama studi fase ketiga, kandidat vaksinnya, mRNA-1273, yang melibatkan 30 ribu peserta
dewasa AS, hanya 5 dari 95 kasus covid-19 terjadi di antara mereka yang divaksinasi, sedangkan 90 infeksi diidentifikasi pada kelompok plasebo. Itu sesuai dengan kemanjuran 94,5%.

Tak satu pun dari pasien yang terinfeksi yang menerima vaksin mengembangkan covid-19 yang parah, sedangkan 12% dari mereka yang menerima plasebo mengalaminya.

Namun, masih belum jelas berapa lama kekebalan terhadap infeksi tersebut akan bertahan karena peserta perlu dipantau lebih lama, juga belum ada data tentang kemanjuran vaksin pada kelompok usia yang lebih tua, yang paling rentan.

Namun, Chief Medical Officer di Moderna Tal Zaks mengatakan data mereka menunjukkan vaksin tampaknya tidak kehilangan kemanjurannya seiring bertambahnya usia.

Selain Moderna, hasil sementara dari Pfizer yang dirilis pada minggu lalu, menunjukkan vaksinnya mengurangi kasus covid-19 dengan kemanjuran 90%.

Pfizer, yang telah menyelesaikan uji cobanya, mengajukan permohonan pada Jumat untuk otorisasi penggunaan darurat vaksin tersebut. Kandidat vaksin lain yang dikembangkan Universitas Oxford dan Astrazeneca telah menghasilkan respons imun yang kuat pada orang dewasa yang lebih tua dalam uji coba tahap kedua. (Nur/Scroll.in/I-1)

__Posted on
__Categories
MediaIndonesia, Umum