Pasien ICU Covid-19 di Prancis Lampaui 3000 Orang

JUMLAH pasien yang dirawat di unit perawatan intensif untuk covid-19 di Prancis mencapai puncak dalam 12 minggu menjadi 3.435 orang. Tidak seperti beberapa tetangganya di Eropa, Prancis telah menentang lockdown nasional baru, berharap jam malam yang diberlakukan sejak 15 Desember dapat mengatasi pandemi.

Negara itu mengakhiri lockdown nasional keduanya yang berlangsung dari 30 Oktober hingga 15 Desember. Tapi beralih dari lockdown ke jam malam nasional menyebabkan angka ICU mencapai 2.500 dan 3.000 orang. Prancis melaporkan 20.064 kasus covid-19 baru, naik dari 19.590 pada Selasa sebelumnya. Rata-rata pergerakan tujuh hari kasus tetap di atas 20.000 untuk hari ketiga berturut-turut yakni di angka 20.109.

Kota pelabuhan utara Dunkirk mendesak pemerintah untuk memberlakukan larangan pada semua pertemuan publik di sana hingga 15 Maret sebagai langkah terakhir untuk menghentikan lonjakan infeksi covid-19. Wali Kota Dunkirk, Patrice Vergriete, tidak menganjurkan lockdown sebagian pada akhir pekan seperti di kota Nice di Mediterania, tetapi menambahkan dia tidak akan menentangnya jika pemerintah memberlakukan tindakan seperti itu.

baca juga: Pasokan Vaksin di Inggris Berkurang pada Pekan Ini 

Menteri Kesehatan Olivier Veran akan berangkat ke Dunkirk pada hari Rabu. Jumlah kumulatif total kasus di Prancis naik menjadi 3,63 juta, tertinggi keenam di dunia. Jumlah orang yang meninggal karena infeksi covid-19 naik 431 menjadi 85.044, tertinggi ketujuh secara global. (The Guardian/OL-3)

__Posted on
__Categories
MediaIndonesia, Umum