Pembagian Tugas 3 Kapal AL China dan SKK Migas Dalam Evakuasi KRI Nanggala 402

Merdeka.com – Pemerintah Indonesia melalui TNI Angkatan Laut terus berupaya melakukan evakuasi kapal selam KRI Nanggala 402, dengan meminta tambahan bantuan 3 kapal dari Angkatan Laut China (People Liberation Army Navy).

“Update proses evakuasi KRI Nanggala sampe sekarang jadi betul ada dua kapal China dan rencananya ada satu lagi yang akan bergabung,” kata Arsena Kasal Laksamana Muda TNI AL, Muhammad Ali saat jumpa pers di RSAL Mintoharjo Jakarta, Selasa (4/5).

Ali menyebut kapal yang dikerahkan dari China yakni, kapal salvage yakni Ocean Salvage and Rescue Yongxingdao-863, Ocean Tug Nantuo-185, dan Scientific Salvage Tan Suo 2 yang ketiga memiliki kemampuan khusus untuk evakuasi.

“Kemudian dari China ini ada kapal salvage ini dilengkapi oleh kapal selam mini juga. Ini bisa masuk ke kedalaman 1000 meter lebih di laut Bali kan tenggelam di kedalaman 838 meter seperti yg kita tahu, kemungkinan kapal-kapal ini akan dioperasikan,” kata Ali.

Lanjut, kata Ali, kapal yang diperbantukan dari China yaitu Scientific Salvage Tan Suo 2 memang memiliki kemampuan khusus untuk scientific salvage (penyelamatan) yang bisa mengangkat benda dari bawah laut.

“Dia mampu angkat barang cukup berat. Yang Yongxingdao-863 ini kapal rescue kapal selam, dia bawa kapal selam mini dengan 48 penyelam. Selain penyelam yang kita siapkan di sana juga ada dari dislambair dan kopaska, Yongxingdao ini juga dilengkapi peralatan robotic,” terangnya.

Selain itu, lanjut Ali, dari pihak TNI AL akan mengerahkan sejumlah personel dari Komando Pasukan Katak (Kopaska), Batalyon Intai Amfibi (Taifib), Korps Marinir Indonesia, hingga Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair). Lebih lanjut, Ali menjelaskan selain tiga kapal dari China ada satu kapal lagi yang diperbantukan milik SKK Migas yang memiliki kemampuan dalam pemasangan pipa di bawah laut sangat berpotensi dalam memaksimalkan proses evakuasi.

“Dia biasa pasang pipa-pipa bawah laut jadi ada crane yang disiapkan, crane yang bisa mengangkut barang yang cukup berat dari dalam, itu yang dari SKK Migas,” tuturnya.

Namun demikian, Ali memandang bahwa evakuasi tubuh KRI Nanggala kemungkinan masih memiliki kendala. Karena proses pengangkatan dibutuhkan seseorang atau robot untuk bisa menempelkan pengait di KRI Nanggala agar nantinya bisa terangkat ke atas.

“Itu butuh tangan untuk bisa penyelam bisa robot. Kalau penyelam dia harus pakai baju khusus yang bisa sampai kedalaman segitu. Nah ini agak sulit, mungkin akan dibantu robot untuk pasang itu,” ucapnya.

“Sampai saat ini mungkin hanya bagian-bagian kecil saja yang bisa diangkat. Kalau yang besar belum. Tetapi akan kita update lagi terakhir apakah sudah bisa, tetapi upaya ini terus kita lakukan,” tambahnya

Sebelumnya, Kapal Selam KRI Nanggala- 402 buatan Jerman buatan tahun 1981, saat ini telah ditemukan dengan dipastikannya ke-53 personelnya telah gugur. Hal itu setelah dinyatakan hilang kontak sejak Rabu (21/4) lalu, ketika mengadakan uji latihan peluncuran torpedo. [eko]

__Posted on
__Categories
Merdeka, Umum