Pemerintah Republik Afrika Tengah Mengundurkan Diri

BANGUI – Perdana Menteri Republik Afrika Tengah (CAR) Firmin Ngrebada dan pemerintahnya mengundurkan diri pada Kamis waktu setempat, menyiapkan panggung untuk perombakan politik di negara miskin yang berjuang dengan pemberontakan dan perselisihan dengan sekutu tradisionalnya, Prancis .

Perdana Menteri CAR mengumumkan pengunduran dirinya di Twitter, tetapi juru bicara Presiden Faustin Archange Touadera mengatakan bahwa dia dapat ditunjuk untuk memimpin pemerintahan yang baru.

“Kami akan tahu dalam beberapa jam jika presiden mempertahankan perdana menteri,” kata Albert Yaloke Mokpeme seperti dikutip dari AFP, Jumat (11/6/2021).

Baca Juga:

Seorang mantan kepala staf Touadera, Ngrebada telah menjabat sejak awal 2019 di Republik Afrika Tengah (CAR), dinilai sebagai negara terbelakang kedua di dunia oleh PBB dan menderita akibat konflik sipil yang meletus pada tahun 2013.

Dia telah membantu menyusun kesepakatan damai Februari 2019 yang ditandatangani dengan kelompok pemberontak di Khartoum.

Touadera terpilih kembali pada bulan Desember dengan jumlah pemilih kurang satu dari tiga pemilih.

Baca juga: Houthi Klaim Tangkap Mata-mata Mossad, Janji Beber Intervensi Israel di Yaman

Pemungutan suara terhambat oleh kelompok-kelompok bersenjata yang pada saat itu menguasai sekitar dua pertiga negara, dan koalisi pemberontak melancarkan serangan di ibu kota Bangui jelang hari pemungutan suara.

Pemilihan legislatif sejak itu membuat United Hearts Movement (MCU) Touadera kekurangan kursi mayoritas di parlemen.

Bagaimanapun pengamat politik mengatakan bahwa dalam pemilihan kunci dia dapat mengandalkan dukungan dari sejumlah besar anggota parlemen independen, banyak yang sebelumnya terkait dengan partai.

Sejak Desember, tentara, yang didukung oleh 12.000 pasukan penjaga perdamaian PBB MINUSCA, pasukan khusus Rwanda dan paramiliter Rusia , telah merebut sebagian besar wilayah dari kendali pemberontak.

Rusia terutama dikreditkan dengan memperkuat tentara nasional yang tidak diperlengkapi dengan baik.

Pada saat yang sama, hubungan dengan sekutu tradisional dan bekas kekuatan kolonial Prancis telah rusak parah.

__Posted on
__Categories
SindoNews, Umum