Pemprov DKI Prediksi Pandemi Covid di Jakarta Berakhir Paling Cepat Awal 2022

Merdeka.com – Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Ngabila Salama mengatakan, pandemi Covid-19 di Jakarta dimungkinkan berakhir paling cepat awal 2022. Setelah itu, Covid menjadi endemi di Jakarta, dan protokol kesehatan menjadi bagian kehidupan masyarakat.

“Pandemi berakhir masih bisa paling cepat mungkin awal tahun depan, tapi sesudah itu kita harus berpikir Covid tetap selalu ada dan kita tetap lakukan 3T (testing, tracing treatment),” katanya dalam webinar yang dikutip pada Rabu, (15/9).

Dia menyampaikan, dalam jangka pendek DKI hampir sulit memastikan benar-benar terbebas dari ancaman virus Sars Cov-2 ini. Untuk itu, Ngabila mengungkapkan, Pemprov DKI terus berupaya menyiapkan langkah hidup berdampingan dengan Covid.

Namun, ia menegaskan, hidup berdampingan bukan sebagai indikasi Pemprov DKI berhenti melakukan pencegahan dan penanggulangan. Agar dampak dari penularan Covid tidak menimbulkan fatalitas yang tinggi, kata Ngabila, Pemprov DKI berupaya optimal mencapai target sasaran vaksinasi.

“DKI akan sangat sulit kasus benar-benar nol saya rasa akan sangat sulit karena kita harus hidup berdampingan dengan ‘Covid’ tidak pasrah. Kita harus pastikan 14 jura orang yang aktivitas di DKI sudah fully vaccinated,” tutupnya.

Sebelumnya, Pemerintah bergerak cepat menyusun peta jalan transisi dari pandemi menuju endemi guna mengendalikan laju penularan Covid-19 dan mengembalikan aktivitas masyarakat secara normal. Langkah awal bagi masyarakat adalah dengan menyegerakan vaksinasi, mendisiplinkan kebiasaan memakai disiplin, dan menjaga kesehatan tubuh dengan gaya hidup sehat.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan, Covid-19 diprediksi tidak hilang dalam waktu cepat. Oleh karena itu, pemerintah mengajak seluruh masyarakat untuk beradaptasi dan mengadopsi kebiasaan-kebiasaan baru agar dapat hidup sehat berdampingan dengan Covid-19.

“Sebagai bagian dari strategi dan skenario menuju hidup bersama Covid-19 tersebut, sesuai arahan Bapak Presiden, pemerintah mulai menyusun Peta Jalan transisi dari masa pandemi Covid-19 menuju endemi. Pada akhirnya nanti, upaya ini diharapkan bisa mewujudkan keseimbangan antara perekonomian dengan kesehatan secara bertahap,” ungkapnya.

Peta jalan (road map) yang dimaksud merupakan dasar tatanan hidup baru bagi masyarakat dalam transisi pandemi Covid-19 menjadi endemi. Tidak hanya menjadi acuan dalam upaya menekan penularan Covid-19, peta jalan ini juga dibuat untuk memungkinkan masyarakat untuk beraktivitas seperti biasa.

Dalam menyusun peta jalan tersebut, Menkominfo Johnny mengatakan bahwa pemerintah melibatkan akan stakeholder terkait dan menjadikan pengalaman negara-negara lain sebagai acuan. Peta jalan akan terus disempurnakan sesuai perkembangan penanganan COVID-19 di tanah air, dengan target pembukaan pada fatality rate kurang lebih 2%, kasus aktif kurang lebih 100.000, serta positivity rate kurang dari 5%.

Saat ini, Pemerintah melakukan kegiatan percontohan atau pilot project peta jalan yang mengatur penerapan protokol-protokol kesehatan di 6 aktivitas utama:

1. Tempat perdagangan; pasar/toko modern, pasar/toko tradisional.
2. Transportasi publik; darat, laut, udara.
3. Destinasi Pariwisata; hotel, restoran, pertunjukan.
4. Kantor/Pabrik; pemerintah, swasta, bank, pabrik besar, UKM/IRT.
5. Lokasi ibadah dan kegiatan keagamaan
6. Tempat pendidikan; PAUD, SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi. [fik]

__Posted on
__Categories
Merdeka, Umum