Pengacara Trump untuk Gugatan Pilpres Disebut Minta Bayaran Rp282 Juta Per Hari

Merdeka.com – Rudy Giuliani, mantan Wali Kota New York yang menjadi ketua tim pengacara nasional untuk Presiden Donald Trump disebut meminta bayaran USD20.000 per hari. Giuliani kini mengoordinir gugatan Trump di pengadilan beberapa negara bagian terkait kecurangan Pilpres yang mereka tuduhkan.

Melansir laman The New York Times, Rabu (18/11) permintaan tersebut memicu penolakan dari beberapa pembantu dan penasihat Trump.

Tarif USD20.000 per hari akan membuat Giuliani yang telah menjadi pengacara pribadi Trump selama beberapa tahun, menjadi salah satu pengacara dengan kompensasi paling tinggi di mana pun.

Namun, ketika dihubungi lewat telepon Giuliani dengan keras membantah meminta sebanyak itu.

“Saya tidak pernah meminta USD 20.000, pengaturannya adalah kita akan menyelesaikannya (pembayaran) di akhir,” jelas Giuliani.

Dia menambahkan bahwa siapa pun yang mengatakan dia membuat permintaan USD20.000 sehari “adalah pembohong, pembohong total”.

Dengan USD20.000 per hari, tarif Giuliani akan berada di atas para pengacara terbaik di Washington dan New York yang paling tinggi mengenakan biaya sebanyak USD 15.000 sehari jika mereka menghabiskan seluruh waktu mereka untuk bekerja bagi klien.

Sejak Giuliani mengambil alih manajemen gugatan hukum di Pilpres 2020, Trump telah mengalami serangkaian kekalahan di pengadilan. Beberapa anggota tim pengacara yang menangani kasus gugatan juga telah mengundurkan diri seperti yang dilakukan tiga pengacara tim kampanye Trump di Pennsylvania.

Reporter Magang: Galya Nge


[bal]

__Posted on
__Categories
Merdeka, Umum