Pengguna Alat Tes Swab Bekas Dinilai Kategori Percobaan Pembunuhan Berencana

Saat pemerintah dan masyarakat “berperang” melawan pandemi Covid-19, ada pihak yang mengambil kesempatan dengan menggunakan tes swab antigen bekas. Sebanyak empat petugas laboratorium rapid antigen Kimia Farma lantai M Bandara Kualanamu Internasional Airport mengunakan alat tes swab antigen bekas. Selain dinilai membahayakan karena bisa menyebarkan virus, para petugas itu berpotensi bisa dijerat pidana.

“Sewajarnya para pelaku dihukum berat. Aparat kepolisian harus segera bertindak agar motif kasus ini segera terungkap. Apalagi polisi sudah menetapkan tersangka,” ujar anggota Komisi IX DPR Lucy Kurniasari dalam keterangannya, Kamis (29/4/2021).

Lucy mengatakan sebagai bagian dari petugas kesehatan, semestinya para pelaku menyadari pentingnya sterilisasi terhadap peralatan kesehatan yang digunakan untuk masyarakat. Politisi Partai Demokrat itu menilai alat tersebut diragukan sterilisasinya karena dapat membahayakan kesehatan bagi yang menggunakan. “Akurasi alat bekas diragukan validitasnya karena telah digunakan lebih dari satu kali,” kata Lucy Kurniasari.

Dia menilai aksi tersebut terjadi akibat lemahnya pengawasan PT Kimia Farma Diagnostik, yang merupakan anak usaha PT Kimia Farma Tbk. Karena itu, PT Kimia Farma harus segera memberi sanksi kepada Direksi PT Kimia Farma Diagnostik. Tindakan yang dilakukan 4 orang tersebut merusak reputasi dan citra Indonesia di mata internasional. Baginya, peristiwa di bandara Internasional Kualanamu bakal cepat menyebar ke mancanegara.

“Standar operasional prosedur harus dijadikan panduan dan dilaksanakan taat asas. Hanya dengan begitu, kasus yang sama tidak terulang lagi,” katanya.

Ketua Asosiasi Ilmuan Praktisi Hukum Indonesia, Azmi Syahputra mengapresiasi langkah Polda Sumatera Utara yang mengamankan 4 orang petugas laboratorium rapid antigen Kimia Farma tersebut, Selasa (27/4/2021) kemarin. Terdapat sejumlah barang bukti sebanyak ratusan alat yang digunakan untuk rapid antigen dalam pengambilan sampel yang ternyata bekas pakai.

Azmi mengaku miris dengan ulah 4 petugas tersebut. Dia menilai perbuatan tersebut dapat dipersamakan dengan upaya seseorang untuk melakukan percobaan pembunuhan berencana. Karena itu, sudah selayaknya para pelakunya dihukum maksimal karena saat ini negara dalam kondisi darurat Covid-19.

__Posted on
__Categories
Hukum, HukumOnline