Pengusaha Belum Puas dengan Implementasi UU Cipta Kerja

Merdeka.com – Wakil Ketua umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Suryadi Sasmita menyebut bahwa para pengusaha belum puas dengan implementasi peraturan-peraturan yang ada di UU Cipta Kerja, di antaranya terkait perpajakan, dan investasi.

“Kalau ditanya sama pemerintah, apakah pengusaha sudah puas dengan apa yang dimasukkan ke dalam Cipta kerja jawabannya pasti tidak, karena ini baru sebagian yang sangat esensial yang dimasukkan, masih banyak belum dimasukkan ke omnibus law,” kata Suryadi dalam acara Serap Aspirasi Implementasi Undang-Undang Cipta Kerja Sektor Perpajakan, Kamis (19/11).

Kendati begitu, para pengusaha tetap berterima kasih kepada pemerintah telah memasukkan peraturan yang esensial menyangkut dunia usaha di dalam UU Cipta Kerja. Dia menilai pemerintah cukup peka dengan kesulitan pengusaha.

Namun demikian, pihaknya berharap dalam Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tersebut dijelaskan dengan detail maksud dan tujuan setiap pasal. Harapannya, nantinya tidak ada salah persepsi jika terjadi penyidikan dalam hal perpajakan, investasi dan lainnya.

“Saya memohon kepada DJP, bagaimana menyosialisasikan UU Cipta Kerja dengan detail, lantaran masih banyak orang yang belum tahu UU tersebut, karena setiap ada satu sosialisasi yaitu tidak sampai detail apalagi belum ada PP nya belum ada PMK Nya sehingga ketika orang bertanya akhirnya semuanya masih simpang siur,” jelasnya.

Oleh sebab itu, pengusaha minta kepada pemerintah agar RPP dijelaskan kepada setiap stakeholder. Contohnya kepada setiap sektor usaha agar nantinya para pengusaha bisa memberikan masukan.

Demikian harapan pengusaha dengan adanya kemudahan-kemudahan ini Pemerintah melalui DJP bisa aktif dalam mengatur pajak, agar harapan investasi dan pajak bisa masuk dengan baik.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com [idr]

__Posted on
__Categories
Merdeka, Umum