Polisi siapkan “trauma healing” korban percobaan pembunuhan di Gresik

Alhamdulillah korban sudah mulai sadar, tapi kami menunggu proses pemulihan dulu.

Gresik, Jatim (ANTARA) – Aparat Kepolisian Resor Gresik, Polda Jawa Timur telah menyiapkan trauma healing atau proses penyembuhan secara psikologis kepada Zada Talitha (25), korban percobaan pembunuhan oleh ayahnya sendiri, Joko Sumarsono, di RT 1 RW 1 Desa Bambe, Kecamatan Driyorejo.

Kasat Reskrim Polres Gresik Iptu Wahyu Rizki Saputro, di Gresik, Kamis, mengatakan saat ini Polres Gresik masih menjaga pemulihan kondisi Talitha pascakejadian.

“Alhamdulillah korban sudah mulai sadar, tapi kami menunggu proses pemulihan dulu. Biar sembuh dulu, sambil kami siapkan trauma healing bagi korban nantinya setelah sembuh,” kata Wahyu.

Sebelumnya, Talitha sempat dilarikan ke RSUD Ibnu Sina, Kabupaten Gresik dalam kondisi kritis, Rabu (24/11), dengan kepalanya penuh luka tusuk dan dua pergelangan tangannya mengalami luka sayatan akibat percobaan pembunuhan.

Kejadian percobaan pembunuhan dilakukan pelaku Joko Sumarsono pada Rabu (24/11), di Desa Bambe, Kecamatan Driyorejo, dengan korban istrinya bernama Tiana (55) yang ditemukan dalam keadaan tewas, dan anaknya Zada Talitha yang mengalami luka berat.

Usai melakukan aksinya, Joko Sumarsono melarikan diri ke wilayah Surabaya kemudian ke Kabupaten Jombang.

Iptu Wahyu Rizki Saputra mengatakan, setelah membunuh istrinya, Joko ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, dan diketahui telah menabrakkan diri ke kereta api yang sedang melintas di rel perlintasan wilayah Desa Sembung, Kecamatan Perak, Jombang.

“Joko kami temukan tewas di lokasi kejadian akibat luka parah yang dialami. Kami sudah koordinasi dengan Polsek Perak dan benar jika pria yang tewas menabrakkan diri di perlintasan kereta api itu adalah pelaku pembunuhan di Driyorejo. Kami juga sudah pastikan kepada pihak keluarga,” katanya.

Ketika ditanya motif percobaan pembunuhan, Wahyu mengaku belum mengetahui secara pasti, namun diakui kondisi mental pelaku termasuk Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), karena sempat dirawat di salah satu rumah sakit jiwa di Jawa Timur.

“Dari pengakuan dan informasi para tetangga, memang seperti itu bahwa pelaku percobaan pembunuhan sempat dirawat di salah satu rumah sakit jiwa,” katanya pula.
Baca juga: Polisi Gresik tangkap pelaku pembunuhan di Tol Kebomas
Baca juga: Polisi selidiki anak bunuh ibu kandung di Gresik

Pewarta: A Malik Ibrahim
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021

__Posted on
__Categories
Antara News, Hukum