Politik dan Hukum

SEBANYAK 38 jaksa telah meninggal dunia akibat terpapar covid-19 sampa tanggal 16 Juli lalu. Hal itu diungkapkan langsung oleh Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin saat memberikan amanat pada upacara peringatan Hari Bhakti Ahdyaksa (HBA) ke-61. Selain puluhan jaksa tersebut, Burhanuddin juga menyatakan 14 orang pegawai tata usaha turut meninggal dunia akibat covid-19.

“Turut berbelasungkawa kepada warga Adhyaksa yang telah menghadap kepada Sang Pencipta, di mana sudah 52 orang pegawai Kejaksaan yang meninggal dunia,” kata Burhanuddin di Jakarta, Kamis (22/7).

Upacara HBA dilakukan secara virtual dari ruang kerja Jaksa Agung di Gedung Menara Kartika Adhyaksa, Kebayoran Baru. Turut hadir dalam upacara tersebut adalah Wakil Jaksa Agung Setia Untung Arimuladi, para Jaksa Agung Muda, serta Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan. Sementara para Kepala Kejaksaan Tinggi, Kejaksaan Negeri, dan cabang Kejaksaan Negeri lainnya mengikuti upacara secara dalam jaringan (daring).

Burhanuddin berharap para jaksa dan insan Kejaksaan lain yang telah meninggal diterima amal ibadahnya serta diampuni segala dosanya oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam kesempatan itu, Burhanuddin menyebut bahwa peringatan HBA selayaknya dimaknai sebagai momentum untuk melakukan evaluasi dan introspeksi atas kinerja Kejaksaan. Selain itu, momentum tersebut turut dijadikan untuk merumuskan langkah-langkah yang hendak dilakukan ke depan.

Kejaksaan mengangkat tema ‘Berkarya untuk Bangsa’ dalam peringatan HBA tahun ini. Tema tersebut, kata Burhanuddin, merupakan kesinambungan dengan tema HBA sebelumnya, yakni ‘Terus Bergerak dan Berkarya’. “Khususnya dalam mendukung dan memastikan setiap kebijakan pemerintah sebagai upaca percepatan penanganan covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional,” pungkasnya.(OL-4)

__Posted on
__Categories
MediaIndonesia, Umum