Puncak Hujan Meteor Leonid Hiasi Langit Bumi Malam Ini

HUJAN Meteor Leonid akan menghiasi langit malam pada awal pekan ini. Menurut American Meteor Society (AMS), hujan Leonid akan mencapai puncaknya pada 16 hingga 17 November atau malam ini.

Hujan Meteor Leonid terjadi akibat komet 55P/Tempel-Tuttle yang memiliki orbit 33 tahun mengeliling matahari. AMS juga menyatakan bahwa Leonid tumpang tindih dengan hujan meteor Taurid Utara yang mencapai puncaknya pada 11 hingga 12 November.

Baca juga: Puncak Hujan Meteor Perseid Bisa Dilihat Tanpa Alat Khusus 

Ketika komet 55P/Tempel-Tuttle kembali pada tahun 2031 dan 2064, kemungkinan akan ada lebih dari 100 meteor per jam. Namun sampai saat itu tiba, pengamat hanya melihat 15 pancuran per jam dengan ledakan lemah yang mungkin terjadi sesekali ketika Bumi lewat dekat jejak puing.

“Hujan meteor ini disebut Leonid karena meteor tampaknya berasal dari titik konstelasi Leo,” jelas pihak NASA dalam pernyataannya, seperti dikutip dari Fox News, Selasa (17/11/2020).

Badai Meteor Leonid terjadi pada 2002. Mereka dikenal dengan bola api dan meteor penahan tanah. Bola api itu adalah ledakan cahaya dan warna yang lebih besar dapat bertahan lebih lama daripada garis meteor rata-rata. Hal ini dikarenakan asalnya dari partikel komet yang lebih besar.

Baca juga: 4 Inspirasi OOTD Ngantor ala Dian Sastro, Penampilan Makin Kece!

Meteor terbentuk ketika meteorid memasuki atmosfer Bumi. Puing-puing antariksa melintas dan terurai menjadi apa yang disebut sebagai meteor.

“Karena penampilan mereka, garis-garis cahaya ini sebagian orang menyebutnya sebagai bintang jatuh. Padahal itu sama sekali bukan bintang, mereka hanya pecahan batu,” ungkap NASA.

(han)

__Posted on
__Categories
Infotek, Okezone

Leave a Reply