Ricky Yacobi Sosok Peduli Dengan Pengembangan Pemain Usia Muda

MENINGGALNYA salah seorang legenda sepak bola nasional Ricky Yacobi atau akrab dikenal dengan panggilan Ricky Yacob, sebuah kehilangan mendalam bagi pengamat sepak bola Mohamad Kusnaeni atau yang lebih dikenal dengan Bung Kus. Menurut Bung Kus, sosok Ricky sangat peduli dengan pengembangan pesepakbola usia muda. Menurutnya topik bahasan tersebut lah yang membuatnya sangat dekat dan selalu menjadi bahasan setiap kali keduanya bertemu.

“Secara pribadi saya merasa sangat kehilangan karena banyaknya interaksi dengan almarhum. Ia memiliki concern tentang bagaimana pengembangan bakat sepak bola usia muda, yang mana sama dengan saya sehingga kami banyak bertukar pikiran,” terang Bung Kus saat dihubungi, Sabtu (21/11).

Ricky menurut Bung Kus dikenal sebagai sosok yang supel dan memiliki pergaulan yang luas. Ia merupakan sosok yang menyenangkan baik didalam maupun di luar lapangan. Baginya Ricky sebagai pemain dipandang sebagai sosok striker yang pintar serta cerdik dalam permainannya. Ia pun sempat tergabung dalam tim transisi PSSI dan berupaya memperbaiki pembinaan dari para pemain muda nasional serta sepak bola nasional.

Tidak hanya di PSSI, Ricky juga aktif di Kemenpora dan sering menjadi talent scouting bagi para bibit unggul pesepak bola. Bung Kus pun merasa ada banyak ide ide almarhum yang masih belum dapat terealisasikan terkait upaya pembinaan pemain muda.

“Dia sangat perhatian dengan pembinaan usia muda, prihatin akan kurangnya kompetisi di tanah air, pun termasuk prihatin akan model kompetisi usia muda di indonesia yang terlalu berorientasi kepada hasil dan piala yang seharusnya fokus justru ke pembinaan dan pengembangan pemain,” terang Bung Kus.

Lebih lanjut, Bung Kus pun menceritakan salah satu momen terkait Ricky yang membuatnya tidak dapat lupa kepada sang pemain. Momen itu terjadi sebelum kepindahan sang legenda ke klub asal Jepang Matsushita atau yang kini dikenal sebagai Gamba Osaka.

Kusnaeni pun menceritakan ketika itu pada tahun 1989 dirnya masih sebagai wartawan olahraga yang meliput Kings Cup di Bangkok. Saat itu asisten pelatih matsushita Withaya Laohakul yang merupakan mantan pemain timnas Thailand mendatanginya ke ruang pers.Laohakul mengajak ngobrol lantaran melihat saya sebagai orang Indonesia dan sedang mengumpulkan info terkait Ricky.

Dia bertanya kalau Ricky saya bawa ke liga Jepang bagaimana ? Ketika itu di Indonesia belum liga profesional, masih format divisi utama, saya katakan sebaiknya menghubungi PSSI saja, dan saya berikan kontaknya. Berapa bulan kemudian Ricky betul betul transfer ke Jepang,” kenang Bung Kus.

baca juga: Legenda Sepak Bola Ricky Yacobi Tutup Usia

Hal itu lah yang membuat dirinya tidak dapat lupa akan nama dari Ricky Yacob. Dalam kesempatan berbeda, Plt Sekjen PSSI Yunus Nusi juga menyatakan rasa bela sungkawanya. Menurutnya sepakbola Indonesia telah kehilangan sosok hebat dari Ricky Yacob dengan kepergiannya. Yunus menyebut mengenal almarhum sebagai sosok legenda striker timnas tahun 1985. Sealin itu almarhum merupakan sosok yang terbuka dan senang berdiskusi.

“Almarhum adalah legenda striker timnas 1985, dan beliau merupakan orang yang asik untuk diajak diskusi. Saya pun beberapa kali berdiskusi mengenai timnas dengan beliau,” pungkas Yunus. (OL-3)
 

__Posted on
__Categories
MediaIndonesia, Umum