Rumah Zakat Bangkitkan Ekonomi Lokal dengan Lapak Desa

Lapak desa disiapkan untuk menjual produk masyarakat pedesaan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Pandemi Coronavirus Desease 2019 (Covid-19) berdampak pada banyak negara termasuk Indonesia. Tak hanya kota, masyarakat di pedesaan juga ikut terdampak pandemi baik dari sisi kesehatan hingga ekonomi.

Lembaga filantropi Rumah Zakat secara konsisten membantu memberdayakan masyarakat Indonesia. Di tengah Pandemi, pemberdayaan desa agar tetap bangkit juga dilakukan. 

CEO Rumah Zakat Nur Efendi mengatakan salah satu program yang dimiliki Rumah Zakat adalah Desa Berdaya. Dalam kondisi Pandemi seperti saat ini, program Desa Berdaya pun ditingkatkan salah satunya dengan membantu memasarkan produk masyarakat lokal.

“Kita merilis satu e-commerce melalui aplikasi lapakdesa.id untuk menjual produk masyarakat pedesaan,” kata Nur Efendi dalam Online Talkshow bertajuk ‘Membangkitkan Desa Berdaya di Kala Pandemi’ yang diselenggarakan Republika bersama Satgas Penanganan Covid-19, Kamis (19/11).

Ia menjelaskan di tengah Pandemi Covid-19 pemasaran lebih banyak dengan sistem online. Karenanya ini dianggap potensial untuk dikembangkan juga di pedesaan. Sehingga produk desa bisa dikenal luas oleh masyarakat seluruh Indonesia.

Menurutnya, dalam aplikasi dipasarkan produk-produk masyarakat desa. Mulai dari produk pertanian yang mendominasi di lingkungan pedesaan hingga non pertanian.

“Aplikasi ini cukup positif juga dilihat terakhir omzet Rp 1,5 miliar. Itu sangat berarti buat masyarakat karena hasil penjualan produk desa,” ujarnya.

Ia mengatakan program Desa Berdaya milik Rumah Zakat sebelumnya fokus pada pemberdayaan masyarakat. Namun adanya Pandemi Covid-19 ini membuat Rumah Zakat juga mengubah programnya menjadi jangka pendek dengan penanggulangan dampak pandemi.

Ia mengatakan ada empat program yang dilakukan Rumah Zakat dalam penanggulangan dampak pandemi. Pertama pemberian informasi dan edukasi melalui relawan Satgas Covid-19 yang ditunjuk Rumah Zakat. Kemudian ada bantuan kesehatan yang diprioritaskan kepada masyarakat desa yang terdampak pandemi seperti bantuan akses layanan kesehatan hingga kebun gizi untuk memanfaatkan pekarangan kurang produktif untuk diolah.

“Ketiga ada jaminan sosial berupa bantuan paket sembako, paket makanan. Keempat pemberdayaan ekonomi dan ketahanan pangan dengan membuat karya produktif masyarakat dan bantuan UMKM setempat,” tuturnya.

Ia menyebutkan penanggulangan dampak pandemi pedesaan saat ini dilakukan pada 1.687 Desa Berdaya yang sudah dibentuk Rumah Zakat. Jumlah tersebut tersebar di 67 kota dan 212  kabupaten di seluruh Indonesia.

Menurutnya, kebangkitan desa harus menjadi perhatian seluruu lapisan. Mulai dari pemerintah, swasta, lembaga, hingga masyarakat. Karena dengan pemberdayaan desa bisa membantu mengentaskan 40 persen masalah perekonomian di Indonesia.

__Posted on
__Categories
Republika, Umum