Saham Aussie ditutup lebih rendah terseret penambang dan teknologi

Indeks acuan S&P/ASX 200 tergerus 18,10 poin atau 0,27 persen menjadi 6.679,10 poin

Sydney (ANTARA) – Saham-saham Australia membalikkan kenaikan awal menjadi berakhir lebih rendah pada perdagangan Selasa, terseret penurunan saham penambang utama, teknologi, dan perawatan kesehatan.

Pada penutupan pasar, indeks acuan S&P/ASX 200 tergerus 18,10 poin atau 0,27 persen menjadi 6.679,10 poin, sedangkan indeks All Ordinaries turun 20,40 poin atau 0,29 persen menjadi 6.939,10 poin.

“Pasar Aussie tidak dapat mempertahankan kenaikannya saat makan siang dengan ASX 200 menyerahkan keuntungan sekitar 36 poin atau 0,5 persen,” kata analis pasar CommSec, James Tao.

Baca juga: Saham Australia dibuka “rebound” terangkat sektor keuangan dan energi

Kerugian dari saham-saham material, teknologi informasi dan perawatan kesehatan menyeret pasar lokal lebih rendah.

“Kerugian bisa lebih parah jika bukan karena sektor keuangan. Empat bank besar khususnya berakhir di wilayah positif dan menguat sebanyak 1,10 persen,” katanya, dikutip dari Xinhua.

Di sektor keuangan, bank-bank besar menguat dengan Commonwealth Bank naik 0,85 persen, National Australia Bank naik 1,08 persen, Westpac Bank naik 0,99 persen dan ANZ naik 0,84 persen.

Saham-saham pertambangan melemah dengan BHP turun 1,08 persen, Rio Tinto turun 0,81 persen, Fortescue Metals turun 0,32 persen dan penambang emas Newcrest turun 0,72 persen.

Produsen-produsen minyak dan gas bervariasi dengan Oil Search turun 1,18 persen, Santos naik 0,42 persen dan Woodside Petroleum turun 0,55 persen.

Supermarket terbesar di Australia tergelincir dengan Coles turun 0,49 persen, dan Woolworths turun 0,03 persen.

Sementara raksasa telekomunikasi Telstra terangkat 0,33 persen, maskapai nasional Qantas merosot 1,63 persen dan perusahaan biomedis CSL jatuh 1,04 persen.

Baca juga: Saham Filipina balik merugi, Indeks PSE merosot 0,64 persen
Baca juga: Saham Hong Kong dibuka melemah, indeks HSI turun 0,05 persen

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

__Posted on
__Categories
Antara News, EkoBiz