Saham Australia berakhir menguat, Indeks ASX 200 naik 0,66 persen

Sydney (ANTARA) – Saham-saham Australia ditutup lebih tinggi pada Rabu, mencatat kenaikan pertama minggu ini, dengan ekuitas energi memimpin kenaikan setelah harga minyak melonjak, sementara Afterpay menguat setelah pengambilalihannya oleh Block mendapat persetujuan akhir.

Indeks acuan S&P/ASX 200 di Bursa Efek Australia berakhir 0,66 persen atau 48,80 poin lebih tinggi menjadi menetap di 7.438,90 poin, setelah jatuh selama dua sesi berturut-turut.

Afterpay, salah satu perusahaan beli-sekarang-bayar-kemudian terkemuka dunia, melonjak 6,8 persen, hari terbaik sejak 3 Agustus, setelah pembelian besar oleh perusahaan pembayaran Block mendapat persetujuan dari bank sentral Spanyol, membuat kesepakatan itu sepenuhnya tanpa syarat.

Woodside Petroleum dan Santos, perusahaan minyak dan gas terbesar Australia, masing-masing melonjak 4,1 persen dan 3,3 persen, mengangkat indeks energi yang lebih luas hampir 3,0 persen lebih tinggi.

Harga minyak memperpanjang kenaikan besar setelah Ketua Federal Reserve (Fed) mengisyaratkan bahwa bank sentral mungkin menaikkan suku bunga lebih lambat dari yang diperkirakan, yang akan mendukung permintaan minyak dalam waktu dekat.

Baca juga: Saham Australia dibuka menguat, ditopang sektor teknologi-sumber daya

Data inflasi AS yang sangat diantisipasi, yang berjalan jauh di atas target 2,0 persen Fed, pekan ini akan menjadi kunci bagi investor ketika mereka mencari panduan tentang apakah Fed mungkin harus mempercepat laju kenaikan suku bunganya.

Jika tingkat inflasi lebih dari ekspektasi pasar, maka pasar “akan mulai panik bahwa (kenaikan suku bunga) mungkin terjadi lebih cepat dari yang diharapkan,” kata Kepala Eksekutif Deep Data Analytics, Mathan Somasundaram.

Kenaikan suku bunga yang lebih cepat oleh The Fed dapat menyebabkan tingkat pendanaan global naik, membebani bank-bank Australia lebih banyak untuk meminjam meskipun bank sentral Australia (RBA) tidak menaikkan suku bunganya sendiri, tambahnya.

Saham-saham terkait emas juga meningkat 3,4 persen, kenaikan paling tajam sejak 17 Desember, karena harga emas menguat.

Sementara itu, indeks acuan S&P/NZX 50 Selandia Baru melemah 0,21 persen atau 27,25 poin menjadi berakhir di 12.804,48 poin. Persentase kerugian teratas adalah pembuat karpet Bremworth Ltd, dengan penurunan 3,9 persen.

Baca juga: Wall Street menguat, testemoni Powell redakan kekhawatiran investor

Baca juga: IHSG diprediksi menguat hari ini, ikuti kenaikan bursa global

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2022

__Posted on
__Categories
Antara News, EkoBiz