Saham Australia datar, kenaikan penambang imbangi keuangan yang lemah

Sydney (ANTARA) – Saham-saham Australia sebagian besar tidak berubah pada awal perdagangan Kamis pagi, karena keuntungan di sektor pertambangan lokal yang ditopang kenaikan harga bijih besi diimbangi oleh kerugian di saham sektor keuangan.

Indeks acuan S&P/ASX 200 di Bursa Efek Australia turun tipis 0,09 persen menjadi diperdagangkan di 7.392,60 poin pada pukul 00.02 GMT.

Saham-saham pertambangan naik sekitar satu persen dan merupakan dorongan terbesar untuk indeks utama, setelah kontrak bijih besi berjangka melonjak 5,8 persen memperpanjang kenaikan 10 persen di sesi sebelumnya.

Kelas berat sektor pertambangan BHP, Rio Tinto dan Fortescue menguat antara 1,0 persen dan 2,8 persen, dengan Foretscue menyentuh level tertinggi sejak 14 September.

Baca juga: Saham Australia berakhir turun, Indeks ASX 200 tergerus 0,15 persen

Saham-saham teknologi Australia terangkat 1,5 persen meskipun sesi Wall Street beragam semalam, dengan EML Payments melonjak lebih dari 16 persen mengikuti jejak hari terbaiknya sejak Februari, setelah bank sentral Irlandia mengizinkan unitnya untuk menandatangani pelanggan baru dan meluncurkan program-program baru.

Afterpay juga berada di antara top gainers di sub-indeks, melonjak 3,2 persen – mengikuti kenaikan 2,4 persen di Square pada Rabu (24/11/2021).

Melawan tren, sektor keuangan jatuh untuk sesi kedua berturut-turut dan turun 0,6 persen, dengan semua bank “Empat Besar” berada di zona merah.

Saham National Australia Bank turun sekitar 1,0 persen, bahkan setelah pengawas persaingan negara itu menyetujui akuisisi bisnis konsumen lokal Citi.

Baca juga: Saham Australia jatuh, teknologi dan emas ikuti aksi jual Wall Street

Indeks acuan S&P/NZX 50 Selandia Baru menguat 0,8 persen menjadi diperdagangkan di 12.868,40 poin, dengan perusahaan terbesar negara itu berdasarkan nilai pasar, Fisher & Paykel mencapai level tertinggi dua bulan karena hasil yang optimis.

Selandia Baru juga mencatat defisit perdagangan bulanan untuk Oktober, sehari setelah bank sentral negara itu menaikkan suku bunga untuk kedua kalinya dalam beberapa bulan di tengah meningkatnya tekanan inflasi dan pelonggaran pembatasan virus corona.

Baca juga: Saham Australia berakhir menguat didukung sektor tambang dan energi

Baca juga: Saham Australia melemah, kebangkitan COVID di Eropa picu kekhawatiran

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

__Posted on
__Categories
Antara News, EkoBiz