Saham Australia dibuka merosot terseret sektor teknologi

Sub-indeks teknologi tergelincir 1,8 persen mencapai level terendah sejak Juni tahun lalu, terseret oleh Zip Co Ltd dan EML Payments Ltd yang anjlok…

Sydney (ANTARA) – Saham-saham Australia merosot pada awal perdagangan Senin pagi, terseret saham sektor teknologi yang mengikuti penutupan lemah di Wall Street di sesi sebelumnya, dengan melonjaknya kasus varian virus corona Omicron semakin menekan sentimen.

Indeks acuan S&P/ASX 200 jatuh turun 0,4 persen menjadi diperdagangkan di 7.421,30 poin pada pukul 23.13 GMT. Indeks acuan terangkat 1,29 persen atau 95,00 poin lebih tinggi menjadi menetap di 7.453,30 poin pada akhir pekan lalu.

Kekhawatiran kenaikan suku bunga yang lebih cepat dari perkiraan oleh Federal Reserve AS menyeret Wall Street pada Jumat (7/1/2022), dan indeks Nasdaq yang berbasis teknologi turun hampir 1,0 persen. Saham teknologi lokal mencerminkan pergerakan indeks pada Senin.

Baca juga: Saham Australia berakhir menguat, indeks ASX 200 terangkat 1,29 persen

Sub-indeks teknologi tergelincir 1,8 persen mencapai level terendah sejak Juni tahun lalu, terseret oleh Zip Co Ltd dan EML Payments Ltd yang anjlok masing-masing sekitar 3,4 persen dan 1,6 persen.

Sementara itu, pihak berwenang di negara itu memberlakukan kembali beberapa pembatasan untuk memerangi rekor lonjakan infeksi COVID-19, dengan pemodelan resmi menunjukkan bahwa wabah Omicron di New South Wales dapat mencapai puncaknya pada akhir Januari.

Di antara saham-saham individu dan sektoral, bank “Empat Besar” turun antara 0,3 persen hingga 0,9 persen, sedangkan sub-indeks keuangan yang lebih luas melemah 0,7 persen.

Saham-saham yang terkait dengan emas juga melemah 0,3 persen, dengan penambang emas Northern Star Resources Ltd jatuh 0,6 persen.

Baca juga: Saham Inggris ditutup lebih rendah, indeks FTSE 100 turun 0,47 persen

Namun demikian, sub-indeks energi mengabaikan harga minyak yang lebih lemah untuk menambahkan 0,7 persen. Sementara itu, Whitehaven Coal Ltd merosot 1,3 persen menjadi salah satu yang merugi terbesar di sub-indeks.

Para penambang terangkat 1,5 persen karena harga bijih besi dan logam lebih kuat, dengan penambang bijih besi global Rio Tinto dan BHP Group masing-masing meningkat 2,8 persen dan 1,9 persen.

Di Selandia Baru, indeks acuan S&P/NZX 50 berkurang 0,6 persen menjadi diperdagangkan di 12.899,5 poin.

Perusahaan media SKY Network Television Ltd terpuruk 2,8 persen ke level terendah hampir empat minggu dan menuju kerugian hari keempat berturut-turut.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2022

__Posted on
__Categories
Antara News, EkoBiz